Bio Farma dan MUI Kaji Vaksin Covid-19 dari Aspek Halal

PT Bio Farma (Persero) bersama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI mengkaji vaksin corona dari aspek kehalalan.

IZIN EDAR BPOM

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan perusahaan berkomitmen untuk memerhatikan aspek kehalalan dalam memproduksi vaksin. Selain itu, komunikasi dengan MUI dilakukan untuk mendapatkan izin edar dari Badan POM.

“Kami concern terhadap aspek kehalalan ini sehingga dalam riset dan pengembangan vaksin akan mengutamakan penggunaan bahan-bahan yang non-animal origin,” ucap Honesti dalam keterangan resmi, Jumat (7/8/2020).

MENAMBAH PRODUKSI

Terkait kapasitas produksi vaksin covid-19, Honesti menuturkan bahwa perusahaannya akan menambah kapasitas produksi vaksin menjadi 250 juta dosis vaksin per tahun. Sampai saat ini Bio Farma baru bisa menyiapkan kapasitas produksi vaksin sampai 100 juta dosis vaksin per tahunnya.

“Bio Farma, saat ini sudah siap dengan kapasitas produksi untuk vaksin Covid-19 sebanyak 100 juta dosis, dan sedang menyiapkan fasilitas produksi tambahan dengan kapasitas sebesar 150 juta dosis yang akan selesai pada Desember 2020,” tegasnya. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *