Ketua Satuan Tugas Kesiapsiagaan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban mewaspadai munculnya klaster virus Corona (Covid-19) pemilihan kepala daerah (pilkada) yang sebentar lagi digelar.
BEBAN RUMAH SAKIT
Menurutnya ini menjadi beban berat bagi rumah sakit dan tenaga medis di masa pandemiCovid-19.
Saat ini beban rumah sakit cukup berat menangani pasien Covid-19. Apalagi jika ditambah dengan kemunculan klaster pilkada.
“Beban rumah sakit itu sekarang berat banget, dengan atau tanpa pilkada itu beban RS tetap berat, ditambah masih setiap hari tambahan kasus naiknya tinggi,” kata Zubairi, Rabu (9/9/2020).
KASUS HARIAN MENINGKAT
Ia juga mengatakan ada banyak masalah dalam penanganan Covid-19. Hal itu dibuktikan dengan tambahan kasus harian yang terus menanjak setelah enam bulan pandemi.
Oleh karena itu, pihaknya memperketat pengawasan dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan di area pilkada sebagai upaya meminimalisasi potensi penularan virus corona.
“Dari sisi tim medis kita ketat mengawasi, setiap kali kasus lebih 2.000-3.000, nah itu yang membuat tanpa pilkada pun memang tren kita masih naik bukannya mendatar atau menurun, artinya kita sudah cukup banyak masalah, jadi potensi penularan pilkada bagaimanapun harus diminimalkan,” jelasnya. Bagus











