by

Persi Sebut Rumah Sakit di Jawa Tahap Darurat

Kondisi tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit (RS) rujukan pasien terpapar virus corona (covid-19) di Indonesia nyaris penuh. Terutama di Pulau Jawa, kondisinya sudah di tahap darurat.
Di Surabaya, kabar terakhir sudah ada 4 rumah sakit yang Lock Down.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) membenarkan hal ini. Sekretaris Jenderal Persi Lia Gardenia Partakusuma mengakui melonjaknya jumlah BOR RS ini selaras dengan meningkatnya jumlah pasien terpapar covid-19 dengan gejala sedang hingga kritis sejak awal Juni 2021.

“Pesan kami untuk publik bahwa semua rumah sakit hari ini nyaris penuh terutama di Jawa,” kata Lia yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube DPR RI, Senin (5/7).

GEGABAH MELAMPIASKAN AMARAH

Lia meminta publik tidak gegabah melampiaskan amarah kepada tenaga kesehatan di rumah sakit. Rumah sakit menurutnya sejauh ini terus dalam keadaan siaga. RS juga telah berupaya menambah kapasitas dan mengonversi tempat tidur non-covid-19 menjadi covid-19.

Baca juga  Alumni AKABRI 1996 Melaksanakan Vaksinasi Massal dan Bagikan Sembako Kepada Korban Pandemi Covid-19

Dikatakannya, hal itu sesuai instruksi Kementerian Kesehatan yang meminta apabila RS tersebut masuk zona merah atau BOR di atas 80 persen, maka pihak RS harus mengkonversi minimal 40 persen tempat tidur rawat inap untuk pasien covid-19, serta mengkonversi minimal 25 persen ICU dari ruang rawat inap.

Untuk zona kuning alias BOR di atas 60-80 persen, Kemenkes meminta RS mengkonversi minimal 30 persen tempat tidur rawat inap untuk pasien covid-19, serta mengkonversi minimal 15 persen ICU dari ruang rawat inap.

Sementara untuk zona hijau atau BOR di bawah 60 persen, maka pihak RS harus mengkonversi minimal 20 persen tempat tidur rawat inap untuk pasien covid-19, serta mengkonversi minimal 10 persen ICU dari ruang rawat inap.

Baca juga  Libatkan Sosok Gajah Mada dan Tribuana Tunggadewi, Polresta Mojokerto Sosialisasikan Prokes

“Data yang kami peroleh bahwa dari bulan Juni tanggal 14 tempat tidur isolasi yang semula 76.654 dan ICU 8.171. Maka pada bulan Juli tanggal 3 ini sudah bertambah menjadi 98.835 tempat tidur isolasi dengan ICU 9.233. Jadi artinya sudah kami upayakan seluruh kemampuan untuk bisa menambah yang kami bisa,” ungkap Lia.

PERHATIAN SERIUS

Lia meminta pemerintah menaruh perhatian serius kepada kondisi rumah sakit. Saat ini keadaan sudah dalam tahap darurat dan tidak bisa disamakan dengan keadaan normal.

Karena inilah Persi mendesak agar pemerintah memperbanyak rumah sakit lapangan dan menurunkan kemampuan rumah sakit dalam pelayanan pasien covid-19.

“Karena ketidakseimbangan antara sumber daya yang dimiliki baik tenaga kesehatan, logistik, dan biaya operasional dengan kebutuhan yang meningkat tajam,” urai Lia.

Baca juga  PPDB Online di Surabaya Tutup Celah Oknum Jual Beli Bangku Sekolah

Persi juga meminta agar pemerintah mempermudah proses klaim pembayaran RS, sebab selama ini rantai untuk penagihan klaim itu tidak mudah dikarenakan tidak semua RS memiliki kemampuan IT yang baik, sehingga membuat proses klaim jadi lama.

“Kami juga mendukung bahwa harus dari hulu, ada tes dan serta bagaimana vaksinasi tetap dijalankan,” tegasnya. Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed