by

Bupati Mojokerto Ajak Warga Tak Takut Vaksin

Polres Mojokerto kembali membuka gerai vaksinasi pencegahan Covid-19, Sabtu (10/7) pagi di halaman Mapolres Mojokerto. Jumlah vaksin yang diberikan sejumlah 500, dibantu vaksinator nakes dari empat puskesmas di Kabupaten Mojokerto sebagai bentuk sinergitas tiga pilar yakni Polri, TNI dan Pemda.

Pelaksanaan vaksin dipantau ketat Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto Bupati Ikfina Fahmawati, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono dan Danyonif Para Raider 503/Mayangkara Letkol Inf Roliyanto.

Mulai dari pendaftaran peserta, skrining kesehatan, proses vaksinasi hingga observasi, dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Peserta yang telah melewati masa observasi (kurang lebih 15 menit pasca vaksin), disilahkan untuk pulang. 

Saat meninjau tenda vaksinasi, Bupati Ikfina mengucapkan terima kasih pada para peserta dan vaksinator atas upaya membantu Pemerintah menurunkan angka kasus Covid-19. Asal ada komitmen untuk selalu taat prokes, patuh aturan PPKM darurat, dan tidak takut dengan vaksin, pandemi bisa segera dikendalikan bersama-sama dengan optimis.

Baca juga  Update Corona 20 September 2021: Kasus Baru Bertambah 1.932, Kematian 166 Orang

“Masyarakat tidak perlu takut dan ragu dengan vaksinasi pencegahan Covid-19. Warga Kabupaten Mojokerto sudah ada 100 ribu lebih yang menerima. Sampai saat ini belum ada keluhan apapun. Vaksin ini sangat penting demi keselamatan kita bersama,” kata bupati.

Senada dengan hal tersebut, Kapolres Mojokerto juga menambahkan informasi bahwa kini masyarakat dapat melakukan vaksinasi di mana saja seperti Kodim, Kejaksaan dan Puskesmas. Kemudahan ini dimaksudkan agar percepatan vaksinasi dapat berjalan secara maksimal.

“Sekarang vaksin bisa di mana saja dan mudah. Banyak gerai-gerai yang disediakan baik TNI, Polri dan Pemerintah,” kata Kapolres Mojokerto.

Usai gelar vaksinasi, Bupati Ikfina Fahmawati bersama Kapolres, Kajari, perwakilan Dandim 0815 dan para tokoh agama, melaksanakan rakor tindak lanjut implementasi PPKM darurat di Aula Polres Mojokerto.

Pada rakor, bupati membeberkan bahwa lonjakan Covid-19 di Indonesia saat ini disebabkan jenis mutasi varian baru yang lebih kuat. Keadaan makin buruk, akibat kendornya prokes yang dipicu kejenuhan masyarakat dalam berjuang melawan pandemi sejak tahun lalu.

Baca juga  Kapolda Jatim Cek Vaksinasi di UMM bersama Presiden RI dan Kapolri

Saat ini Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mendisiplinkan penerapan PPKM darurat, dengan sinergi bersama TNI dan Polri. Kasus-kasus baru terus dipetakan oleh tim surveilans, untuk menemukan solusi terbaik pencegahan dan pengobatan. Demikian juga dengan upaya percepatan vaksinasi yang terus digenjot. Hal ini dibedah bersama Ketua FKUB, Ketua MUI, Ketua Muhammadiyah, para pendeta dan tokoh agama lainnya.

“Ada kasus pada seorang ibu hamil di Trowulan, padahal tidak bepergian. Setelah ditracing, beliau terpapar usai jamaah di musala. Setelah ditindaklanjuti, jamaah lain ternyata OTG. Inilah pentingnya patuh PPKM darurat. Semua aturan giat di rumah ibadah, adalah demi keselamatan bersama. Apalagi vaksinasi kita baru 10-15% dari 1,1 juta warga,” tegas bupati dalam rakor.

Untuk menyongsong Idul Adha 2021 dalam beberapa hari lagi, bupati menginformasikan bahwa teknis pelaksanaan aturan rangkaian ibadah, akan dirapatkan secepatnya dengan menimbang SE Gubernur Jawa Timur.

Baca juga  Kapolres Mojokerto Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Lantas

Ketua FKUB pada rakor ini menyampaikan harapan, agar Bupati Ikfina membuat instruksi untuk desa-desa agar membuat sekatan-sekatan. FKUB juga sudah membuat surat edaran menghentikan kegiatan di luar ibadah wajib seperti tahlil, istigosah dan pengajian.

Selanjutnya Ketua MUI, menyatakan untuk terus mendukung langkah-langkah Pemerinrah dalam upaya mengendalikan Covid-19. FKUB pun mendapat masukan terkait kabar pemulasaraan jenazah (disinyalir ada yang dimandikan dan tidak). Hal tersebut saat ini tengah dalam pembahasan bersama.

Sedangkan Ketua PD Muhammadiyah dan para tokoh agama lainnya, menyatakan sepakat untuk terus mendukung aturan Pemerintah dengan konsisten menegakkan protokol kesehatan secara ketat. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed