Menjelang akhir pemberlakuan PPKM level 3-4 di Jawa dan Bali Ahad 25 Juli, semua menanti keputusan yang akan diambil oleh presiden Jokowi. PPKM Diperlonggar atau Diperpanjang? Dua pilihan yang sama sama sulit untuk diputuskan. Kalau PPKM Diperlonggar, wabah Corona masih menggila bahkan pertambahan Corona baru masih di atas 40 ribu perhari dan angka Kematian juga masih sangat tinggi. Kalau PPKM diperpanjang, masyarakat sudah banyak yang menjerit karena tidak bisa mencari nafkah. Sementara bantuan dari pemerintah juga tidak merata. Banyak yang masih belum menerima.
Sebelumnya
Presiden Joko Widodo mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli 2021.
Setelah itu, Jokowi mengatakan pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap mulai pada 26 Juli 2021 dengan syarat terjadi tren penurunan kasus virus Corona atau Covid-19.
“Jika tren kasus mengalami penurunan maka tanggal 26 Juli pemerintah akan melakuan pembukaan secara bertahap,” jelasnya dalam konferensi pers.
Jokowi mengatakan, pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan beroperasi sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Sementara untuk pasar tradisional yang menjual bukan kebutuhan pokok, hanya akan beroperasi hingga pukul 15.00 WIB dengan kapasitas yang sama, yakni maksimal 50 persen.
“Tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat yang pengaturannya ditetapkan oleh pemerintah daerah,” ucap Jokowi.
Kalau hari ini Ahad (25/7) pemerintah mengambil opsi PPKM akan dilonggarkan, Pakar mengingatkan risikonya cukup besar.
Salah satunya adalah kemungkinan adanya kenaikan angka kematian, mengingat beberapa hari belakangan angkanya konsisten di atas seribu kasus. Mantan direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menyarankan antisipasi terkait hal tersebut.
“Dalam hal ini tentu perlu untuk diantisipasi kemungkinan kenaikan kematian lagi kalau PPKM dilonggarkan. Kita tahu bahwa kalau kematian sudah dengan sedih terjadi maka hal ini tidak dapat dikembalikan lagi,” kata Prof Tjandra kepada wartawan.
Kritikan juga dilontarkan politikus Partai Demokrat, Andi Arief. Dia mengkritisi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berencana melonggarkan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) setelah 25 Juli jika kasus Covid-19 mengalami penurunan.
Menurut Andi Arief, kebijakan yang dikeluarkan oleh Jokowi tersebut merupakan kebijakan gambling.
Hal itu disampaikan oleh Andi Arief melalui akun Twitter miliknya @andiarief__.
“Kalau sampai tanggal 25 tetap ada peningkatan kasus Covid-19 maka PPKM akan diteruskan. Keputusan pak Jokowi kira-kira begitu. Kebijakan gambling,” kata Andi.
Terlepas dari pro dan kontra, rakyat hanya bisa pasrah menunggu apa yang diputuskan presiden Jokowi. Semua yang diputuskan tentu tetap memperhatikan kondisi masyarakat. Semua diputuskan demi kepentingan dan keselamatan masyarakat banyak.( Nur Cahya Hadi)
PPKM Diperlonggar, Atau Diperpanjang ?









