by

Daftar Obat Tradisional Mengandung Efedrin Berbahaya Temuan BPOM

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan keterangan pers perihal hasil temuan obat tradisional yang mengandung bahan kimia berbahaya masyarakat. Sejumlah obat terlarang tersebut juga menggunakan klaim kebal Covid-19 untuk menarik pelanggan.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM Reri Indriani mengatakan, pihaknya menemukan adanya kecenderungan penggunaan jenis bahan kimia berbahaya tertentu yang baru ditemukan pada masa pandemi Covid-19 ini.

Berdasarkan hasil sampling dan pengujian BPOM, beberapa obat tradisional ditemukan kandungan bahan kimia efedrin dan pseudoefedrin.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa efedrin dan pseudoefedrin selain sintetis juga terdapat secara alami pada tanaman yang merupakan bahan aktif dari tanaman Ephedra sinica atau Ma Huang yang lazim ditemukan pada obat tradisional China (traditional chinese medicine), termasuk Lianhua Qingwen Capsules (LQC) tanpa izin edar,” jelasnya dalam konferensi pers, Rabu (13/10).

Baca juga  Kapolresta Mojokerto Wujudkan Sinergitas Bersama Tiga Pilar dengan Gowes

SEBABKAN KEMATIAN

Reri mengatakan penggunaan Ephedra Sinica pada obat tradisional untuk pencegahan dan penyembuhan Covid-19 tidaklah tepat, bahkan bisa dikatakan dapat berbahaya.

Berdasarkan hasil kajian yang melibatkan para ahli dan asosiasi profesi kesehatan, produk obat tradisional yang mengandung Ephedra Sinica terbukti tidak menahan laju keparahan pasien Covid-19.

“Penggunaan ephedra juga dapat membahayakan kesehatan, yakni pada sistem kardiovaskuler, bahkan juga dapat menyebabkan kematian pada penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan,” tegasnya.

Adapun obat-obatan tradisional yang ditemukan BPOM mengandung bahan tersebut dan diklaim dapat mencegah ataupun menyembuhkan penggunanya dari Covid-19 merupakan Linhua Qinqwen Jiaonang, Chuanpect Pil, Forvidna, dan Ji Zhi Tang Jiang.

Berikut rincian obat-obatan tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik berbahaya yang ditemukan BPOM dari 73 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia selama periode Juli 2020-September 2021:

  1. Linhua Qinqwen Jiaonang
  2. Chuanpect Pil
  3. Forvidna
  4. Ji Zhi Tang Jiang
  5. Tabib Guna Gemuk Sehat Sempurna
  6. Jamu Jawa Dwipa Cap Rempah Dewa Pegal Linu
  7. Jamu Jawa Dwipa Cap Klanceng Sakti Putra Pegal Linu
  8. Jawa Sehat
  9. Racik Sewu
  10. Kunci Wasiat (Kemasan botol kaca)
  11. Kunci Wasiat (Kemasan sachet)
  12. Kunci Wasiat (Kemasan botol plastik)
  13. Kunci Sejati (kemasan botol plastik)
  14. Angger Waras
  15. Bio Nervee
  16. Jamu Dewo
  17. Jamu Dewo Less Sugar
  18. Elang Mas
  19. Jamu Dua Singa
  20. Pegel Linu Cap Akar Daun
  21. Winata (kemasasn blister)
  22. Winata (kemasan botol)
  23. Jamu Tradisional Kumbang Mas
  24. Rempah Alam Papua Buah Merah
  25. Sari Kulit Manggis Asam Urat
  26. Sinatren
  27. Bintang Dua Mustika Dewa
  28. Away Tablet
  29. Gan Mao Tong Tablet
  30. Maximan
  31. Big Penis
  32. Black Gorilla
  33. Black Panther
  34. K.L.G Pills
  35. One Night Love
  36. Singa Super On
  37. Buaya Jantan
  38. Kuat Lelaki Genotan
  39. Urat Seritbu
  40. Perkasa Wali
  41. Arizon
  42. JKReks
  43. Lig-on
  44. Paloma
  45. Parsi
  46. Tawon Liar Kapsul
  47. Chinese Zhigenduan
  48. Zhigenduan
  49. ODD Bodha
  50. ODD Booster
  51. RD Pelangsing Herbal Original (kemasan botol bulat)
  52. RD Pelangsing Herbal Original (kemasan botol segi empat)
  53. Ginseng Klanpi Pil

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed