Menjaga Shalat Keluarga Kita

Bismillah…
Saudaraku, Allah memerintahkan kepada umat yang beriman agar senantiasa menjaga shalat. Banyak ayat tentang perintah menjaga shalat dalam Alquran.
Tapi ada satu ayat yang memerintahkan kita untuk menjaga shalat, tidak hanya kita tapi juga keluarga kita. Namanya keluarga, tentu tidak hanya kita tetapi juga istri, anak dan juga orang orang yang dalam pengawasan dan tanggungjawab kita.
Perintah itu disebutkan dalam Al Qur’an surat Thaha Ayat 132:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”

AQIDAH KELUARGA
Dalam ayat di atas jelas bahwa ada perintah agar kita menjaga shalat keluarga kita dan bersabar dalam beribadah melakukan shalat.
Menanamkan perintah shalat dan aqidah juga dilakukan oleh para nabi dan orang orang shaleh terdahulu kepada anak anaknya. Sebelum mereka wafat, selalu mengumpulkan anaknya dan ditanya apa yang kamu sembah setelah ayahmu ini meninggal.
Kita juga seharusnya melakukan hal yang sama kepada anak anak kita. Ketika mereka tidak bersama kita, maka saat pulang dan berkumpul kembali dengan kita, maka kita tanya mereka ,” Apakah kalian sudah shalat? Shalat di mana? Kapan? Terlambat atau tepat waktu, dan sebagainya. Itu menjadi kewajiban kita untuk menjaga shalat keluarga dengan sabar dan Istiqomah .

JANGAN TAKUT MISKIN
Poin kedua dari ayat di atas adalah dalam beribadah terutama mengerjakan shalat, kita harus ikhlas dan khusyuk serta dilakukan dengan sebaik baiknya. Jangan sampai karena suatu kesibukan, kemudian kita abai dalam melaksanakan shalat. Ingatlah bahwa harta dan Rezki yang kita raih bukan karena kepandaian atau kecerdasan kita tetapi karena pemberian dan kasih sayang Allah pada kita. Jangan takut miskin karena meninggalkan kesibukan demi melaksanakan shalat tepat waktu. Ingat bahwa yang mengatur dan memberi Rizki itu adalah Allah SWT bukan kita . Sebagaimana firman Allah:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat/beribadah kepada Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”
(QS Almunafiqun ayat 9)
Terjemahan menurut tafisr Al Jalalain adalah
(Hai orang-orang yang beriman, janganlah melalaikan kalian) yakni melupakan kalian (harta-harta kalian dan anak-anak kalian dari mengingat Allah) dari melakukan salat lima waktu. (Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi).

AKHIR BAIK
Poin terakhir dari ayat tentang perintah shalat kepada keluarga adalah janji Allah kepada kita bahwa kalau kita taat beribadah, Istiqomah dan sabar dalam melaksanakan shalat maka akan selalu berdampak baik pada kita. Akhir yang baik selalu diberikan Allah bagi orang orang yang bertaqwa. Sebagaimana firman Allah:
ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا – وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ
“…dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah (dengan mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya), niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya). Serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduga-duga (terlintas di hatinya).
Dan (Ingatlah), barang siapa berserah diri hanya kepada Allah, maka Allah cukupkan baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya). (QS At – Tholaq: 2-3)
Semoga bermanfaat

nchnurani@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *