Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan kemungkinan kuota jemaah haji Indonesia akan meningkat pada 2023. Sebab pada tahun ini hanya 100.051 jemaah yang berangkat ke Tanah Suci.
Namun, menurutnya penambahan jemaah ini jelas berkonsekuensi dengan banyaknya energi dan konsentrasi yang harus dikeluarkan oleh petugas dalam memberikan pelayanan. Untuk itu, jajaran Kemenag dan pihak terkait lainnya harus menyiapkan penyelenggaraan haji tahun 2023 sebaik mungkin.
“Kita tahu ada banyak apresiasi dari berbagai pihak atas suksesnya haji kali ini. Haji 2022 harus jadi tolok ukur, namun kita tidak boleh jumawa dan cepat puas. Tantangan ke depan saya yakini jauh lebih berat,” katanya dalam rilis berita Jumat (2/9).
Untuk itu, Yaqut meminta tantangan ini diantisipasi betul oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief dan jajarannya. Dia berpesan agar persiapan pelayanan haji ke depan harus lebih matang dan detail agar tidak banyak hal yang terlewatkan.
Terkait Visi 2030 Saudi, pihaknya meminta agar disiapkan mitigasi yang tepat jika penyelenggaraan haji ke depan tidak lagi banyak melibatkan pihak Kerajaan Arab Saudi misalnya.
“Untuk itu ke depan saya minta harus ada banyak inovasi. Seperti jaket pendingin yang tahun ini sudah dicoba mungkin perlu diadakan untuk para petugas di lapangan. Demikian juga layanan fast track bisa diperbanyak tak hanya di Jakarta tapi bisa di Jateng dan Jatim. Rakernas jangan hanya acara seremoni,” tutup Yaqut. Bg






