Pimpin Upacara Hari Santri, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Bacakan Ikrar Santri

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini, Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Upacara Bendera yang dipimpin secara langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Upacara berlangsung di halaman Kantor Pemerintah Kota Mojokerto Jalan Gajah Mada 145, pada Sabtu (22/10) pagi.

Selaku Inspektur Upacara, Wali Kota Mojokerto membacakan amanat dari Menteri Agama RI Qolil Yaqut Qoumas. Kepada para peserta upacara yang terdiri dari perwakilan santri dari Pondok Pesantren di Kota Mojokerto, anggto IPNU, IPPNU, Ansor dan Pagar Nusa ia menyampaikan bahwa tema Hari Santri Tahun 2022 adalah Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan

Baca juga  Mulai 2027 Sekolah di Jatim Dilarang Rekrut Guru Honorer Baru

“Maksud tema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan adalah bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara,” kata wali kota.
Masih membacakan sambutan Menag RI, perempuan yang akrab disapa Ning Ita tersebut menyampaikan bahwa para santri tidak hanya aktif selama masa perjuangan kemerdekaan. Pasca kemerdekaan pun para santri menjadi lebih semangat untuk memenuhi panggilan Ibu Pertiwi. Tidak asyik dengan diri sendiri tapi juga terlibat secara aktif tidak hanya bidang agama tapi juga politik, pendidikan, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan.

Baca juga  Haflatul Wada’ SMK YPM 7 Tarik Sidoarjo Jadi Ajang Pelepasan, Doa dan Penguatan Masa Depan Lulusan
Upacara Hari Santri Pemkot Mojokerto

“Santri dengan segala kemampuannya bisa menjadi apa saja. Santri sekarang telah merambah ke berbagai bidang profesi, memiliki keahlian bermacam-macam,bahkan mereka menjadi pemimpin negara,” lanjut Ning Ita.Ia juga menyampaikan, meskipun santri bisa menjadi apa saja hendaknya para santri tidak melupakan tugas utamanya, yaitu menjaga agama.
“Santri selalu mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya. Bagi santri, agama adalah mata air yang selalu mengalirkan inspirasi-inspirasi untuk menjaga dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan,” tegasnya.

Tidak hanya Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, Resolusi Jihad dan Ikrar Santri pun dibacakan untuk meneguhkan semangat para santri.

Menutup upacara Hari Santri pagi ini, Ning Ita mengajak seluruh peserta upacara bersama mengucapkan tema hari santri tahun ini.

Baca juga  Arcadia 37 Resmi Dilepas, SMAYDAS Antar Lulusan dengan Haru dan Prestasi Membanggakan

Setelah upacara berlangsung, Ning Ita juga memberangkatkan panji-panji NU yang dibawa oleh anggota Banser dan para santri menuju Kantor PC NU Kota di Jalan Suromulang Raya No.9, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *