SD Al Falah Surabaya Tampilkan Ragam Budaya Profil Pelajar Pancasila

SD Al Falah Surabaya menggelar pentas seni ragam budaya Indonesia pada Kamis (1/12) pagi. Kegiatan tersebut merupakan perayaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila SD Al Falah Surabaya.

Pagi itu, siswa kelas 1 menampilkan beragam pakaian adat dan makanan khas Indonesia. Mulai dari Sabang sampai Merauke. Seperti halnya Rafa, siswa kelas 1D ini mengenakan pakaian adat khas Aceh. Bahkan, dia juga menunjukkan makanan tradisional.

“Ini mie Aceh. Rasanya pedas, gurih dan kaya rempah-rempah,” ujarnya dihadapan ratusan tamu undangan.

Beda lagi dengan tampilan siswa kelas 4. Semua kelas 4 tak hanya menampilkan pakaian adat dan makanan tradisional, melainkan juga menampilkan tarian. Mulai dari Tari Saman hingga Tari Yamko Rambe. Bahkan juga ada parade fesyen selendang khas batik nusantara.

Baca juga  Dispendik Pastikan Lulusan SD Tertampung di Semua SMPN dan Swasta

Kepala SD Al Falah Surabaya Ustazah Yuni Wakhidah mengakui bahwa  pada pentas tersebut, siswa membuat hasil karyanya sendiri.

“Jadi siswa dua pekan lalu membuat proyek beragam budaya satu Indonesia. Siswanya membuat sendiri.  Seperti rok dari tali rafia yang dibentuk rumbai rumbai pakaian adat Papua,” ujarnya.

Ustazah Yuni berharap dengan kegiatan itu, maka siswa diharapkan memiliki karakter 6 dimensi. Mulai dengan beriman, bertakwa kepada Allah SWT. Berwawasan kebhinekaan.

“Kemudian mandiri, bernalar kritis, kreatif dan gotong royong,” sambungnya.

Sementara Ustazah Yulia Dyah juga menambahkan, pada penampilan tersebut, hanya diikuti kelas 1 dan 4 saja. Sebab baru dua kelas itulah yang menerapkan kurikulum merdeka.

“Sementara kelas lain masih menerapkan K13. Insya Allah tahun depan semua menggunakan kurikulum merdeka,” jelas Ustazah Yulia.

Baca juga  Kemendikdasmen Luncurkan Program SMK 3+1, Siapkan Lulusan Tembus Pasar Kerja Global

Dipaparkan Ustazah Yulia bahwa sekolah memiliki tujuan menguatkan karakter Pancasila dalam diri siswa. “Diharapkan memahami berbagai budaya. Namun tetap satu Indonesia. Juga menguatkan Nasionalisme pada siswa,” tegasnya. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *