Geliat Airlangga menggelar kegiatan peningkatan kapasitas Koalisi Organisasi Profesi Indonesia (KOPI) pada Kamis (25/1) di Hotel Haris Surabaya. Peningkatan kapasitas ini bertujuan adanya peran kolaborasi untuk serentak mengatasi triple eliminasi. Dimana triple eliminasi merupakan penyakit menular. Diantaranya Hepatitis, HIV dan Sifilis.
Diketahui peningkatan kapasitas Kopi merupakan kolaborasi dari Tim Geliat Airlangga, FKM Unair, Unicef, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim), Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan profesi dokter.

Acara ini juga dihadiri Focal Point Unair-Unicef Prof Nyoman Anita, Dekan FKM Unair Prof Santi Martini, Dinkes Jatim Bidang Kesmas Dokter Waritsah, perwakilan Unicef Armunanto dan para dokter spesialis.
“Jadi kolaborasi ini turut berperan serentak dalam mengatasi triple eliminasi dan menjadi amal jariyah kita semua,” ungkap Prof Santi dalam sambutannya.
Menurutnya kolaborasi jadi kunci keberhasilan. Karena masalah kesehatan itu juga kewajiban tiap individu. Semua elemen harus bergerak. Mulai pemerintahan, akademisi untuk merancang kebijakan dan evaluasi. Termasuk peran organisasi profesi dan masyarakat.
“Triple eliminasi HIV, hepatitis, sipilis. Ini penyakit menular yang harus dicegah. Dampaknya ke laki dan perempuan. Terutama perempuan yang paling rentan. Kemudian ini juga bisa menular ke anak,” sambungnya.

Waritsah menjelaskan, jumlah kematian ibu semakin menurun. Terakhir tercatat dari tahun 2021 ada 1.279 kematian ibu. Dan kini, tahun 2024 menurun jadi 443. Lebih itu Waritsah berharap kabupaten/kota menganggarkan untuk kegiatan pendampingan dokter spesialis di puskesmas untuk mengatasi triple eliminasi. “Kita harapkan 2024 kabupaten kota menganggarkan dana ini. Pendampingan dokter spesialis ke puskesmas tak hanya obgin dan anak saja, tapi bisa yang lain,” sarannya.
Sementara secara virtual, Prof Nyoman mengaku bahwa Unair sangat mendukung berbagai kegiatan kesehatan, ibu anak dan eliminasi. “Kita dari Unair sangat peduli dan selalu berkolaborasi dengan dinkes dan kesehatan profesi. Seperti sub pin kemarin kita melaporkan ada 600 mahasiswa turut terlibat. Ini menandakan Unair terus mendukung kegiatan kesehatan,” tegasnya. (Ra/Bagus, foto: Bagus)






