Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra meninjau proses perbaikan tanggul Sungai Sadar di Desa Kedung Gempol serta mengunjungi korban terdampak banjir di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Ahad (10/3/2024) sore. Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Gus Barra tersebut juga meninjau posko dapur umum di Balai Desa Kedung Gempol.
Gus Barra mengatakan, perbaikan tanggul sungai yang jebol sepanjang sekitar 20 meter kini hampir selesai diperbaiki. Air yang menggenangi rumah penduduk di beberapa titik sudah surut. Kepada korban terdampak banjir, Gus Barra mengajak untuk bersabar. Ia juga memastikan pemerintah akan bekerja untuk menyelesaikan dampak banjir.
“Kepada yang terdampak bagaimanapun kita harus bersabar dan pemerintah bekerja untuk menyelesaikan dampak dari banjir. Semoga ke depan kita bisa bekerja lebih baik lagi untuk tindakan pencegahan. Kalau kita cegah dari awal insya Allah tidak akan terjadi pengulangan kejadian yang sama,” ujarnya, Ahad (10/3/2024).

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Gus Barra juga menyapa warga terdampak banjir. Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto tersebut menyerahkan bantuan sembako berupa beras total 1,5 ton untuk korban banjir di Desa Kedung Gempol dan Desa Ngrame. Selain itu Gus Barra juga memberikan bantuan kepada para relawan yang bertugas di posko dapur umum.
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk warga terdampak banjir,” pungkasnya. Sebagaimana diketahui, tanggul Sungai Sadar tersebut mengalami jebol pada Rabu (6/3/2024) yang menyebabkan banjir di sejumlah desa di Mojosari dan Pungging. Saat ini proses perbaikan tanggul masih dilakukan dan banjir sudah mulai surut.
Turut mendampingi Gus Barra dalam kunjungan tersebut, H Soleh, Ketua Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu Kepala Desa Kedung Gempol, Ridwan mengucapkan terimakasih atas kedatangan Gus Barra yang menyapa warga terdampak banjir dan secara pribadi memberikan bantuan sembako kepada warga.
Ridwan menambahkan saat ini kegiatan di dapur umum masih berlangsung untuk menyediakan makan bagi warga terdampak banjir di beberapa wilayah, diantaranya Desa Ngrame, Dusun Jotangan, Kota Mojokerto serta beberapa daerah di Pacet.
“Untuk warga Kedung Gempol untuk drop nasi mulai tadi pagi sudah tidak minta. Yang di Ngrame sekitar 1.500 kotak nasi, Jotangan 500 kotak nasi, yang lainnya belum tahu. Sehari 2 kali, pagi dan sore,” pungkas Ridwan. (*)






