PPDB SMPN Surabaya 2024 Ada Penyesuaian Daya Tampung Jalur Zonasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, telah menuntaskan aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang TK Negeri, SD Negeri dan SMP Negeri. Khusus untuk PPDB SMPN Tahun 2024, ada penyesuaian daya tampung sekolah, Jalur Zonasi dari total alokasi sebesar 50 persen.

Hal tersebut sebagaimana telah diatur, dalam Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) No 21 Tahun 2024, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jenjang TK Negeri, SD Negeri dan SMP Negeri.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, bahwa saat ini sosialisasi bagi para wali murid, maupun Calon Peserta Didik Baru (CPDB) telah dimulai, melalui laman resmi PPDB. Untuk informasi terkait jadwal, hingga tata cara pelaksanaan PPDB, bisa diakses melalui laman resmi https://ppdb.surabaya.go.id/

“Website PPDB, sudah bisa diakses oleh warga. Mulai dari ketentuan, hingga tata caranya itu harapan kami warga bisa melihat di web PPDB,” kata Yusuf Masruh, Minggu (21/4).

Baca juga  Pemkot Surabaya Beri Kepastian Pemanfaatan Lahan Warga

Yusuf menjelaskan, bahwa ada penyesuaian pada kuota PPDB SMPN 2024, yang terbagi dalam jalur zonasi 1 dan 2. Untuk jalur zonasi 2, kuota siswa naik menjadi 20 persen, dari sebelumnya 15 persen. Sedangkan zonasi 1, kuota siswa turun menjadi 30 persen, dari sebelumnya 35 persen. “Kita persentase, biar setiap calon siswa bisa, memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya.

Dalam Pasal 11 Perwali Surabaya No 21 Tahun 2024 dijelaskan, bahwa zonasi 1 diperuntukkan bagi Calon Peserta Didik Baru (CPDB), yang bertempat tinggal satu kelurahan dengan sekolah, atau yang terdekat dengan sekolah.

Sedangkan zonasi 2, diperuntukkan bagi calon peserta didik baru, yang bertempat tinggal di wilayah kelurahan, dalam satu kecamatan dengan lokasi sekolah. Dimana daya tampungnya, dibagi rata sejumlah kelurahan, dalam kecamatan tersebut.

Yusuf mencontohkan, pembagian pada jalur zonasi 2. Misalnya, dalam satu kecamatan terdiri dari 5 kelurahan, maka setiap kelurahan mendapat persentase 4 persen, dari alokasi total jalur zonasi 2. Penyesuaian ini dilakukan, agar lebih berkeadilan dan menghasilkan persentase kuota siswa, yang sama untuk masing-masing kelurahan.

Baca juga  Wali Kota Puji Kepedulian Sosial PT Suparma, Dorong Perusahaan Lain

“Kenaikan ini berdasarkan evaluasi tahun kemarin. Kalau tahun kemarin, satu kecamatan 15 persen, itu kan tetap kelurahan, yang jauh tidak punya harapan. Nah, ini diratakan, dinaikkan, dari 15 menjadi 20 persen, dari alokasi pagu sekolah,” paparnya.

Menurut Yusuf, jumlah daya tampung PPDB SMPN 2024, untuk jalur yang lain, masih sama dengan tahun sebelumnya. Dimana untuk Jalur Afirmasi SMPN, paling sedikit 15 persen, dari daya tampung sekolah. Sedangkan Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali, paling banyak 5 persen, dari daya tampung sekolah.

Sementara sisa kuota dari jalur pendaftaran, dibuka Jalur Prestasi bagi jenjang SMPN. Dengan ketentuan yakni, Nilai Rapor Sekolah (NRS) paling banyak 15 persen, Prestasi Perlombaan/ Pertandingan Akademik dan Non Akademik, paling banyak 12 Persen dan Penghafal Kitab Suci, paling banyak 3 persen. “Aturan PPDB SMPN untuk jalur yang lain seperti prestasi, itu sama. Tahun ini yang ada penyesuaian, jalur zonasi dengan persentase 30-20,” ungkapnya.

Baca juga  Data Pendidikan di KK Belum Diperbarui, Pemkot Ungkap Dampaknya pada IPM

Di samping itu, pihaknya juga berharap, setiap pagu rombongan belajar (rombel) SMPN, dapat dikembalikan ke kelas normal. Dimana setiap (rombel) terdiri dari 32 peserta didik. Dengan demikian, antara sekolah negeri dan swasta, memiliki kesempatan yang sama.

“Harapan kami juga nanti akademis, khususnya pelaksanaan kurikulum merdeka itu, untuk di-implementasi, anak-anak untuk berekspresi, untuk praktikum. Contohnya, yang dulu ruang kelas dibuat lab, kita kembalikan menjadi lab, yang dulu aula dibuat ruang kelas dikembalikan ke aula,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *