Pemerintah RI melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anak di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.
Hal ini disampaikannya dalam kegiatan bertajuk “Mendikdasmen Mendengar Cerita Pendidikan NTT” yang berlangsung di Kupang, Jumat (6/12/2024).
“Visi besar kami adalah pendidikan bermutu untuk semua. Kami berusaha memenuhi hak sipil setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945,” ujar Abdul Mu’ti.
Dirinya menekankan bahwa untuk mewujudkan visi tersebut, Kemendikdasmen fokus pada pemenuhan standar nasional pendidikan, mulai dari sarana-prasarana, kualitas pendidik, hingga relevansi kompetensi lulusan dengan dunia kerja.
Menurutnya, pendidikan berkualitas hanya dapat dicapai jika ada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Dengan prinsip gotong royong, kita dapat bersama-sama mengatasi berbagai tantangan, terutama dalam akses dan kualitas pendidikan di NTT,” tambahnya.
Sementara Penjabat (Pj.) Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto, mengungkapkan bahwa pendidikan di provinsi ini menghadapi tantangan besar. Dengan lebih dari 1 juta peserta didik yang tersebar di 14.000 satuan pendidikan, tantangan terbesar adalah tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang mencapai 130 ribu anak.
Selain itu, hasil Asesmen Nasional menunjukkan bahwa hanya 22% satuan pendidikan di NTT mencapai kompetensi literasi dan numerasi minimal. “Kondisi geografis yang terdiri dari lebih dari 500 pulau juga memperumit akses pendidikan, dengan banyak daerah terisolasi dan minim infrastruktur,” ujar Andriko.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa siswa bahkan harus menaiki mobil bak terbuka atau mencari sinyal di tempat tinggi untuk belajar daring. Hal ini menuntut kebijakan yang lebih inklusif dan relevan dengan kondisi lokal. (Ym)








