Pasar Modal Indonesia terus mengalami kemajuan yang signifikan dalam hal peningkatan jumlah investor dari waktu ke waktu. Berdasarkan data KSEI per Oktober 2024, jumlah investor pasar modal sudah mencapai lebih dari 14,3 juta investor atau mengalami peningkatan sebanyak 2 juta investor dibandingkan dengan awal tahun 2024 yang hanya sebesar 12,3 juta investor.
“Angka investor itu pun masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 280 juta,” ungkap Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman dalam siaran pers Jumat (13/12)
Selain itu, jumlah tenaga kerja profesional pasar modal saat ini hanya kurang dari 2% dari jumlah keseluruhan investor dan banyak yang sudah tidak aktif. Oleh karena itu, profesional-profesional pasar modal yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Pasar Modal sungguh amat dibutuhkan untuk kebutuhan investor yang terus bertambah.
Penambahan tenaga profesional pasar modal ini seyogyanya dimulai sedini mungkin, di mana Perguruan Tinggi memiliki posisi sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan terjun ke industri keungan pasar modal.
“Usaha Bursa Efek Indonesia melalui LSP IKEPAMI melakukan kerja sama sertifikasi dengan Perguruan Tinggi yang telah memiliki Galeri Investasi, sejalan dengan upaya Perguruan Tinggi untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya unggul dalam aspek akademis dan profesional; tapi juga kolaboratif, responsif, dan adaptif terhadap tantangan lokal dan global; serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai etis dan keberlanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya. (Bg)






