Komunitas Angklung Kolagenta Surabaya Tampil Memukau di Expo Haji 2025

Permainan musik Angklung Kolagenta Surabaya memukau saat tampil di Expo Haji 2025 yang digelar majalahnurani di Royal Plaza Surabaya, Rabu (7/6/2025).

Angklung Kolagenta ini berasal dari warga RW 4 Kelurahan Ketintang, Surabaya. Komunitas ini berdiri sejak dua tahun yang lalu.

Koordinator Angklung Kolagenta Primadani Paramita mengatakan, awal terbentuknya angklung Kolagenta dari komunitas ibu-ibu di RT 4 Ketintang. Kemudian saat pertama kali performance di acara 17 Agustus-an di lingkungan RW, warga dari RT lain tertarik ikut bergabung. Akhirnya disepakati Angklung Kolagenta mewadahi warga di lingkup RW 4 Ketintang.

“Untuk merekatkan antar warga, nggak sekedar kumpul-kumpul tapi ada kegiatan yang bermanfaat,” ujar Mita, sapaan akrabnya seusai performance di Expo Haji Majalahnurani di Royal Plaza, Surabaya, Rabu (7/6/2025).

Baca juga  Daftar Tunggu Haji Berpotensi Lebih Cepat, Kemenhaj Verifikasi Ulang Antrean Calon Jemaah

Ditambahkan Mita, saat ini anggota Angklung Kolagenta berjumlah 35 orang. Mereka rajin berlatih bermain angklung setiap sabtu.

“35 anggota, ada bapak-bapaknya juga, jadi bebas bapak, ibu, tua, muda warga RW 4,” imbuhnya.

Kenapa memilih musik angklung? Menurut Mita, semakin banyak pemain angklung maka semakin enak suaranya dan seimbang.

“Ada tujuh nada, kalau mainnya seorang-seorang ya gak asik, tapi kalau semakin banyak yang mainin maka suaranya tambah enak dan gampang, satu orang membawa satu not,” ujarnya.

“Kita berusaha main di semua jenis lagu, tapi kalau performance kita sesuaikan dengan acaranya. Misalnya sekarang ini kita tampil di Expo Haji majalahnurani, maka kita pilih lagu-lagu religi islami,” imbuhnya.

Baca juga  Sidang Korupsi Haji, Muhadjir Sebut Pengalihan Kuota Haji Atas Persetujuan Jokowi

Sebagai koordinator, Mita dituntut bisa mengakomodir keinginan semua anggota. Namun itu tidak mudah sehingga ia kerap memilih jalan tengah untuk mengakomodir sejumlah keinginan itu.

Sementara itu instruktur dan Coach Angklung Kolagenta, Prihyanti, mengatakan dirinya terus mensupport anggota Angklung Kolagenta untuk rajin latihan.

“Kita mensupport saja, kalau mau performance, kita tekankan harus rajin berlatih dan harus tetap semangat, karena angklung ini sangat bermanfaat untuk mencegah demensia atau pikun,” ujarnya.

Menjadi pelatih angklung yang mayoritas personelnya berusia tidak muda menjadi tantangan tersendiri bagi Prihyanti. Salah satunya adalah menyamakan tingkat musikalitas para anggota.

“Tingkat musikalitas anggota tidak sama, tapi dengan berlatih secara rutin itu akan sejajar,” ujarnya.

Baca juga  Kemenhaj Bakal Luncurkan Pusat Pengaduan Mafia Haji dan Umrah

Meski tergolong grup angklung yang berdiri baru 2 tahun, namun Prihyanti mengungkapkan ada perkembangan yang luar biasa sehingga bisa performance di sejumlah tempat di Jawa Timur.

“Ini grup baru tapi perkembangannya luar biasa karena rajin latihan. Grup ini juga sudah (performance) ke mana-mana juga tapi di lingkup Jawa Timur,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *