Siapkan 55 Dapur, Kemenag Kirim 457 Ton Bumbu Nusantara ke Arab

Konsumsi merupakan salah satu layanan krusial bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Penyesuaian menu agar sesuai dengan selera orang Indonesia diupayakan betul oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji.

Langkah yang dilakukan Kementerian Agama, 457 ton bumbu Nusantara dikirim langsung ke Saudi dan distribusikan ke 55 dapur di Makkah untuk mempersiapkan konsumsi bagi 203 ribu jamaah haji selama di Makkah.

“Total ada 55 dapur yang sudah kita siapkan buat jamaah haji di Makkah,” ujar Kepala Daker Makkah Ali Machzumi, Sabtu (10/5) saat melakukan pengecekan dapur.  

Salah satu dapur yang siap menyajikan menu Nusantara ialah Tadco Catering. Dapur yang terletak di daerah Aziziyah, Makkah ini digawangi langsung oleh Chef Azhari. Juru masak asal Jambi ini dibantu oleh beberapa chef dari Indonesia dan chef lokal Arab Saudi.
 
Katering yang dipimpinnya itu akan melayani 3.500 jamaah haji Indonesia di Makkah. Standar tinggi diterapkan oleh Chef Azhari dan kawan-kawan, baik dari penyimpanan bahan makanan, proses memasak, hingga proses akhir packaging dan pengiriman ke masing-masing hotel tempat menginap para jamaah haji.  

Baca juga  Seleksi Petugas Haji 2027 Lebih Ketat, Ruangan Ujian Disegel Demi Transparansi

Pertama kali masuk ke dapur katering, chef Azhari menunjukkan beberapa ruang khusus penyimpanan bahan makanan. Pengecekan pertama ialah ruang penyimpanan beras. Sudah tersedia 250 karung beras dengan masing-masing karung berisi 40 kg beras.

“Sampai akhir musim haji, mungkin dibutuhkan 4 ton beras buat kebutuhan 3.500 jamaah,” ujar Azhari.

Seluruh proses bahan makanan disimpan secara terpisah di ruang masing-masing. Ada ruang khusus penyimpanan daging bersuhu minus 31 derajat celcius untuk memastikan kualitas daging terjaga dengan baik. Ruang khusus juga disediakan untuk bahan makanan lain seperti sayur-sayuran dan bumbu masak. Begitu juga dengan pengolahan yang dilakukan secara terpisah.

“Ruang dan alat-alat pengolahan pengolahan sayur tidak boleh digunakan untuk daging, tidak steril nantinya,” ujar Azhari.

Baca juga  Daftar Tunggu Haji Berpotensi Lebih Cepat, Kemenhaj Verifikasi Ulang Antrean Calon Jemaah

Untuk menjaga kualitas, kata Azhari, bumbu-bumbu tidak boleh terlalu lama disimpan. Misal bila masa berlakunya tiga bulan, maka hanya boleh dipakai di katering setengah bulannaya. “Setengah bulan harus habis,” tegasnya. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *