Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar menegaskan pengawasan makanan dilakukan intensif selama bulan puasa. Menurutnya langkah antisipasi ini bahkan sudah dimulai sebelum memasuki Ramadan.
“Seluruh unit pelaksanaan teknis BPOM dari Sabang sampai Merauke, melaksanakan pengawasan secara rutin, intensif setiap hari. Dan itu sudah dimulai sejak satu minggu sebelum puasa,” ujar Taruna saat sesi doorstop di acara peresmian Gerai Bakti KOPERPOM di lingkungan gedung BPOM, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Ia menambahkan pengawasan dilakukan menyeluruh tanpa terkecuali. Fokusnya mencakup seluruh jalur distribusi pangan selama Ramadan.
“Kita awasi semua makanan termasuk makanan siap saji, takjil, makanan yang disajikan di pinggir-pinggir jalan dan yang di pasar-pasar. Kami pastikan semuanya memenuhi ketentuan keamanan pangan kita,” katanya.
Ia mengatakan pengawasan BPOM melalui beberapa kriteria. Diimbau untuk pelaku industri rumah tangga agar dapat mematuhi standar keamanan pangan.
“Kami pastikan bahwa makanan itu tidak mengandung bahan kimia, tidak mengandung bahan pengawet, tidak mengandung bahan pewarna. Sangat simpel, biasanya kelihatan bagaimana kesegarannya, dan sebagainya,” ujar Taruna menjelaskan.
Pengawasan dilakukan melalui metode ‘surveillance’ secara berkala. Petugas turun langsung ke berbagai titik penjualan pangan.
“Yang paling pasti, untuk pengawalan ini teman-teman dari BPOM seluruh Indonesia melakukan pengawasan standarisasi lewat sebuah ‘surveillance’. Ke pasar-pasar, ke sekolah-sekolah, dan ke berbagai tempat,” ujarnya.
Ia berharap dengan ini masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan rasa aman. BPOM berkomitmen memastikan makanan dan minuman yang beredar tetap terjaga keamanannya di bulan puasa ini.
“Kita berharap masyarakat khususnya masyarakat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa bisa menjalankan ibadah puasanya dengan tenang. Karena sadar dan yakin bahwa makanan minumannya dijaga dan dikawal oleh kawan-kawan BPOM,” katanya. (Ym)












