Ketua DPD Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) DIY-Solo Bayu Purnomo Wicaksono mengimbau calon jamaah lebih selektif lagi dalam memilih biro perjalanan atau travel Umrah.
Selain itu jamaah juga harus memastikan seluruh dokumen seperti visa resmi umrah dan sertifikat vaksin asli sudah siap jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.
Hal ini agar peristiwa jamaah umrah gagal berangkat tidak terulang lagi seperti kejadian di bandara Yogyakarta Internasional Airports (YIA).
“Dari kami mengimbau kepada seluruh jamaah untuk memperhatikan setiap regulasi untuk vaksin meningitis dan polio. Jangan sekali-kali menabrak aturan. Mungkin bisa memilih travel yang qualified dalam hal regulasi dan sebagainya,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Selain kepada jamaah, Bayu mengimbau kepada pelaku travel umrah untuk terus mengedukasi jamaah terkait aturan-aturan, termasuk soal valsin meningitis dan polio.
“Harapannya travel juga mengedukasi kepada jamaah kaitannya dengan persyaratan meningitis dan polio. Travel juga sebaiknya tidak memberikan bantuan yang sifatnya ilegal. Harus sesuai peraturan dri Kemenkes ataupun dari Kemenhaj,” jelasnya.
Bayu melanjutkan, gagalnya jamaah umrah dari bandara YIA ini mengesankan image kurang baik untuk travel di Yogyakarta. Padahal yang bermasalah adalah travel dari luar Yogyakarta.
“Yogyakarta kondusif ya selama ini, namun karena terjadi di YIA sehingga kesannya itu travel dari Yogyakarta,” pungkasnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi, karena yang dirugikan adalah jamaah. (Ym)











