Buntut Kasus Siswa Keracunan di Semarang, BGN Setop Sementara Operasional Dapur MBG

Kepala Badan Gizi Nasional BGN Sudaryono menghentikan sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Semarang, Jawa Tengah. Penghentian dilakukan buntut dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa.

Sudaryono menegaskan investigasi masih berjalan. Hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan dibutuhkan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Ia langsung meninjau Rumah Sakit Panti Wiloso Citarum, Semarang, Ahad (2/8/2026). Berdasarkan laporan sementara, sekitar 700 siswa terdampak. Namun hanya sebagian yang mengalami gejala mual dan diare.

“Dari sekitar 700-an itu, yang dirawat 13. Ada yang di rumah sakit, ada yang di puskesmas. Alhamdulillah tadi sudah kita tengok, kondisinya sudah baik,” kata Sudaryono, Ahad (2/8/2026).

Baca juga  Kepala BGN Sudaryono Pecat 261 Pegawai MBG

Ia menekankan kejadian serupa tidak boleh terulang. BGN memiliki SOP ketat untuk seluruh pengelola dapur MBG.

“Intinya tidak boleh lagi ada keracunan. Kalau ikuti SOP, harusnya tidak boleh ada lagi. Kapan masak, apa yang dimasak, apa yang boleh dikasihkan ke anak-anak itu sudah ada SOP-nya. Harusnya diikuti saja, mestinya tidak ada masalah,” ujarnya.

Dari investigasi awal, dugaan mengarah pada beberapa bahan makanan seperti daun singkong dan bumbu rendang. Sampel saat ini masih diuji lab Dinkes. Hasilnya diperkirakan keluar 5 sampai 7 hari ke depan.

Selain bahan, BGN juga menyoroti waktu memasak yang dinilai terlalu awal.

“Masaknya dari jam sembilan pagi, baru dibagikan jam sembilan atau jam sepuluh. Jadi ini cukup lama. Sekolah lain dapat lebih pagi, kondisinya masih fresh. Karena ini masaknya kecepetan,” jelas Sudaryono. (Ym)

Baca juga  Menteri Amran Sebut Keuntungan Perusahaan Penggilingan Beras 2 T itu Rampas Hak Rakyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *