Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong seluruh satuan pendidikan di Indonesia memperkuat transformasi pendidikan dengan fokus pada peningkatan mutu.
Langkah ini menjadi respons atas perubahan demografi, tingginya Angka Tidak Sekolah ATS, dan berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan saat ini.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan orientasi pembangunan pendidikan sudah berubah. Pemerintah tidak lagi mengejar jumlah peserta didik, melainkan memastikan kualitas layanan terus meningkat.
“Era kita mengejar kuantitas sudah berlalu. Sekarang saatnya kita bergerak menuju mutu. Setiap satuan pendidikan harus punya visi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat tata kelola, serta membangun budaya belajar yang lebih baik,” ujar Fajar, Jumat (7/8/2026).
Selain kepemimpinan, peningkatan kompetensi guru juga jadi kunci pendidikan bermutu. Karena itu pemerintah terus menghadirkan program penguatan kapasitas pendidik agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan peserta didik yang terus berubah.
Fajar juga menyoroti masih tingginya ATS, khususnya di Jawa Barat yang menjadi salah satu provinsi dengan jumlah ATS terbesar di Indonesia.
Ia menegaskan persoalan ini butuh keterlibatan semua pihak agar lebih banyak anak kembali mendapat hak pendidikan.
“Pendidikan tidak hanya bertumpu pada jalur formal. Semua jalur pendidikan perlu dioptimalkan agar anak yang belum dapat layanan pendidikan bisa kembali belajar sesuai kebutuhannya,” katanya.
Untuk memperluas akses, Kemendikdasmen terus mengembangkan pendidikan nonformal dan Pendidikan Jarak Jauh PJJ agar menjangkau peserta didik dari berbagai kondisi dan latar belakang. (Ym)












