PBNU-Qatar Jajaki Kerja Sama Pendidikan, dari Beasiswa hingga Pertukaran Pelajar

PBNU dan Dubes Qatar untuk Indonesia menjajaki kerja sama dalam sejumlah bidang, mulai dari pendidikan pesantren, beasiswa bagi kader NU, pertukaran guru dan pelajar, hingga pemasaran produk pesantren ke Qatar.

Penjajakan tersebut mengemuka dalam kunjungan Sekretaris Kedua Kedubes Qatar Mohammed Bin Awad al-Shammari ke Gedung PBNU, Lantai 3, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Kedatangan Mohammed diterima Sekretaris Jenderal PBNU H Gudfan Arif, didampingi Ketua PBNU H Basnang Said serta sejumlah Wasekjen PBNU yakni Gus Muhammad Nur Hayid, H Abdullah Latopada, dan HS Suleman Tanjung.

Dalam pertemuan tersebut, Mohammed juga menyerahkan hadiah berupa 1.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an dalam tiga ukuran, yakni besar, sedang, dan kecil.

Baca juga  Muhammadiyah dan Pakistan Komitmen Perkuat Pendidikan dan Dakwah

Mushaf tersebut akan dibagikan ke pondok-pondok pesantren dan kemungkinan ke masjid-masjid di sekitar kantor PBNU.

Mohammed menyebut Indonesia dan Qatar memiliki kedekatan sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim. Kedekatan kedua negara juga terhubung melalui hubungan masyarakat dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah

Menanggapi hal tersebut, Gus Gudfan menyampaikan keinginan untuk memperdalam kerja sama, khususnya dalam program pendidikan bersama pesantren. Menurutnya, terdapat kesamaan agama dan budaya yang dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama kedua pihak.

PBNU mengusulkan program beasiswa bagi kader-kader NU untuk menempuh pendidikan di Qatar. Gus Gudfan mengatakan program tersebut dapat memperkuat hubungan kedua pihak, sekaligus membuka peluang bagi pesantren untuk mengirimkan santri belajar di Qatar.

Baca juga  MUI Berharap Kapolri Suyudi Berani Berantas Tambang Ilegal

Selain beasiswa, kedua pihak juga membahas pentingnya pertukaran informasi mengenai potensi dan kebutuhan masing-masing. Hal itu mencakup kebutuhan Qatar dari Indonesia maupun produk atau potensi yang dapat didatangkan dari Qatar.

“Sejumlah pesantren memiliki usaha kopi dan industri rumahan yang berpeluang dikembangkan untuk memasuki pasar Qatar,” ujar Gus Gudfan.

Mohammed menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan dukungan terhadap penjajakan kerja sama.

Ia juga menawarkan untuk mempertemukan PBNU dengan lembaga amal di Qatar guna menjajaki peluang kerja sama lebih lanjut.

Mohammed menyambut baik penjajakan tersebut. Menurutnya, kerja sama kedua pihak dapat direalisasikan melalui nota diplomatik.

“Ini adalah kunjungan persaudaraan antara kami dan organisasi Nahdlatul Ulama, Kami berharap hubungan ini bisa semakin kuat, dengan izin Allah,” ujar Mohammed. (Ym)

Baca juga  Muhammadiyah dan Pakistan Komitmen Perkuat Pendidikan dan Dakwah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *