Khofifah Dorong Kepemimpinan Baru NU Perkuat Ekonomi Umat

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong kepemimpinan baru Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat peran organisasi dalam pemberdayaan ekonomi umat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Khofifah menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap membangun sinergi dengan NU dalam berbagai program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Kolaborasi mencakup penguatan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
“Pemprov Jawa Timur siap berkhidmat dan bersinergi bersama Nahdlatul Ulama. Banyak hal yang dapat dikolaborasikan, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta kehidupan sosial dan keagamaan,” kata Khofifah Senin (31/8).

Baca juga  PBNU Tinjau Lokasi Muktamar di Tambakberas, Pastikan Bebas Penyusup

Menurut Khofifah, posisi NU cukup strategis dalam pembangunan Jawa Timur karena memiliki basis masyarakat yang kuat. Peran tersebut dinilai dapat diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

Khofifah juga menyampaikan selamat kepada KH Miftachul Akhyar yang terpilih sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan selamat dan doa terbaik kepada KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam serta KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU terpilih,” ujarnya.

Ia berharap kedua tokoh tersebut diberi kekuatan menjalankan amanah organisasi dan membawa NU semakin luas memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Semoga beliau senantiasa diberikan kekuatan untuk membawa NU semakin memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” ucapnya.

Baca juga  Muktamar NU ke-35 Sepakati Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan Politik

Khofifah juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan setelah rangkaian pengambilan keputusan dalam Muktamar selesai.
“Persatuan dan soliditas harus menjadi kekuatan utama agar NU semakin besar manfaatnya bagi umat dan bangsa. Perbedaan pandangan merupakan dinamika dalam organisasi, tetapi setelah keputusan ditetapkan, seluruh pihak harus kembali menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah,” ujarnya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *