Khofifah Dorong Polwan Jatim Tingkatkan Kapasitas di Era Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dedikasi Polisi Wanita (Polwan) yang berperan dalam menjaga keamanan, melindungi, dan melayani masyarakat di Jawa Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Khofifah bertepatan dengan peringatan Hari Polisi Wanita Republik Indonesia dengan tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” di Surabaya, Selasa (1/9).
“Selamat Hari Polisi Wanita Republik Indonesia. Terima kasih atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian seluruh Polwan dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, peran Polwan semakin penting karena tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga membangun rasa aman dan kepercayaan di tengah masyarakat. Ia menilai ketegasan dalam menjalankan tugas dapat berjalan beriringan dengan empati dan kepekaan terhadap persoalan warga.
“Seorang Polwan, di mana pun ia bertugas, dapat menghadirkan dampak yang luar biasa. Ketegasan dalam menjalankan tugas yang disertai empati dan kepekaan sosial menjadikan Polwan semakin dekat dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Baca juga  Khofifah Serahkan Biaya Pendidikan untuk Ratusan Siswa dari Keluarga Tidak Mampu di Jombang

Khofifah juga menyoroti peran Polwan sebagai jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Peran tersebut dinilai penting, terutama dalam menangani persoalan yang melibatkan perempuan dan anak.
“Makna extraordinary impact tidak selalu diukur dari besarnya sebuah operasi. Ketika seorang Polwan mampu membuat satu korban berani berbicara, satu anak merasa terlindungi, atau satu keluarga kembali memiliki harapan, di situlah dampak luar biasa tersebut hadir,” tuturnya.

Khofifah mendorong Polwan terus meningkatkan kemampuan menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks. Penguasaan teknologi, literasi digital, komunikasi publik, dan kemampuan membangun kolaborasi dengan masyarakat dinilai menjadi bagian penting pengembangan kapasitas Polwan.
“Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, ancaman terhadap keamanan masyarakat juga semakin kompleks. Kita membutuhkan Polwan yang adaptif, cakap secara digital, kuat dalam membangun komunikasi, dan tetap berpegang teguh pada integritas,” tegasnya. Bg

Baca juga  BMKG Keluarkan Peringatan Bencana Kekeringan di Jatim, Imbau Hemat Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *