Kemendikdasmen Kuatkan Peran Guru Wali Lewat 7 Jurus BK Hebat

Setiap murid punya potensi, minat, dan kebutuhan berbeda. Karena itu guru perlu mampu mengenali karakteristik murid agar pendampingan tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga mendukung tumbuh kembang secara utuh.

Hal itu mengemuka dalam Webinar Series 7 Jurus BK Hebat bertema “Menguatkan Peran Guru Wali sebagai Pendamping Tumbuh Kembang Murid melalui 7 Jurus BK Hebat” yang digelar Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Rabu (2/9/2026).

Peserta webinar datang dari berbagai daerah dengan latar belakang beragam. Mulai Guru BK, Guru Wali, wali kelas, guru mata pelajaran, hingga pendidik di sekolah khusus dan inklusif. Tingginya partisipasi menunjukkan besarnya perhatian guru terhadap penguatan pendampingan murid.

Baca juga  Kemendikdasmen dan Arsip Nasional RI Kolaborasi Sumber Pembelajaran

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Arif Jamali Muis mengatakan tantangan murid saat ini semakin kompleks. Mulai dari emosi, relasi sosial, karakter, perundungan, kekerasan, hingga dampak perkembangan teknologi dan persoalan psikososial.

“Sekolah tidak cukup hadir ketika masalah sudah terjadi. Sekolah harus mampu mengenali lebih awal, mencegah, mendampingi, sekaligus mengembangkan kekuatan yang dimiliki setiap murid,” ujar Arif.

Ia menyebut Guru BK punya peran strategis, namun pendampingan tidak bisa hanya dibebankan kepada mereka. Diperlukan ekosistem yang melibatkan Guru Wali, wali kelas, guru mapel, orang tua, kepala sekolah, dan unsur sekolah lain.

Penguatan peran Guru Wali ini sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru. Dalam aturan itu, Guru Wali menjadi unsur penting dalam pendampingan akademik, kompetensi, keterampilan, dan karakter murid secara berkelanjutan.

Baca juga  Unesa Siapkan Tenaga Pendamping Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Kupang Tidore

“Yang ingin kita bangun bukan pembagian tugas yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sistem pendampingan murid yang terintegrasi dan kolaboratif,” kata Arif.

Melalui 7 Jurus BK Hebat, guru dibekali pendekatan praktis: Kenali Potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga Konsistensi, Jalin Koneksi, Bangun Kolaborasi, dan Menata Situasi.

Program ini tidak bermaksud menjadikan semua guru sebagai konselor. Guru BK tetap menjalankan fungsi profesionalnya. Sementara Guru Wali, wali kelas, dan guru mapel menjalankan peran sesuai tugasnya.

Dengan pendekatan ini, guru diharapkan bisa mendeteksi kondisi murid lebih awal, memberi dukungan awal, membangun komunikasi sehat, serta tahu kapan harus berkolaborasi dengan Guru BK atau tenaga profesional lain. (Ym)

Baca juga  Bawaslu dan UNAIR Dorong Literasi Digital untuk Demokrasi Transparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *