BPKH Garap Potensi Calon Haji Jatim Dengan Digitalisasi Layanan

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berupaya menyasar 1,3 juta potensi calon jamaah haji baru asal Jawa Timur yang hingga kini belum tergarap optimal.

“Ada potensi sekitar 1,3 juta jemaah lain yang bisa kita galang di Jawa Timur sendiri,” kata Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander di Surabaya, Jumat (4/9/2026).

Harry mengatakan di Jawa Timur terdapat 41 juta penduduk Muslim namun baru sekitar 2 persen yang mendaftar haji dan bahkan angka ini di bawah capaian Sulawesi Selatan dan Malaysia yakni masing-masing 4 persen dan 20 persen.

Menurut dia, potensi ekonomi dari tambahan 1,3 juta pendaftar calon jamaah haji mencapai Rp30 triliun ke perbankan syariah.

Baca juga  Seleksi Petugas Haji 2027 Lebih Ketat, Ruangan Ujian Disegel Demi Transparansi

Hal ini lantaran setiap pendaftaran haji wajib membayar setoran awal ke bank syariah sebesar Rp25 juta per jemaah.

Setoran awal yang dilakukan pendaftar calon jamaah haji ini berpotensi mendorong market share perbankan syariah yang kini masih di angka 8 persen.

“Kondisi ini menempatkan Jawa Timur sebagai ladang potensi besar yang belum digarap secara optimal,” ujarnya.

Harry mengungkapkan hambatan utama rendahnya pendaftaran haji di Jawa Timur karena masih adanya persepsi bahwa haji merupakan urusan orang tua sehingga generasi muda cenderung menunda pendaftaran.

Selain itu, banyak pekerja yang menunggu dana pensiun cair sebelum mendaftar haji, padahal mekanisme BPJS Ketenagakerjaan saat ini belum memungkinkan penarikan untuk keperluan haji.

Baca juga  Kemenhaj Bakal Luncurkan Pusat Pengaduan Mafia Haji dan Umrah

Hambatan berikutnya, lanjut dia, adanya literasi mengenai kewajiban haji yang belum merata meski Jawa Timur dikenal sebagai kota santri dengan banyak pesantren.

Sementara itu, salah satu langkah yang dilakukan BPKH untuk memaksimalkan potensi ini adalah dengan digitalisasi layanan melalui BPKH Apps.

BPKH Apps memiliki berbagai fitur termasuk yang terbaru yaitu Tanya Haji berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat menjawab pertanyaan masyarakat mengenai perencanaan keuangan haji, lokasi kantor bank syariah terdekat, hingga panduan navigasi di Makkah dan Madinah.

Aplikasi ini rencananya, kata Harry, akan dilengkapi dengan fitur e-wallet hingga transfer domestik yang sedang diintegrasikan dengan aplikasi bank syariah. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *