Mendikdasmen Dorong Siswa SMK juga Miliki Sertifikat Pelatihan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong siswa jenjang SMK agar membekali diri dengan dua sertifikat, yakni ijazah yang dikeluarkan satuan pendidikan formal serta sertifikat pelatihan yang diterbitkan lembaga kursus dan pelatihan.

Menurutnya, para siswa dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk yang menempuh pendidikan vokasi SMK tetap membutuhkan penguasaan keterampilan yang tidak diberikan di sekolah akibat dari keterbatasan waktu maupun pilihan bidang peminatan.

“Untuk itu perlu memiliki pengalaman dan sertifikat berkaitan dengan dunia kerjanya,” kata Mu’ti dalam kegiatan Peluncuran Pemuktahiran Dapodik Lembaga Kursus di Jakarta Pusat, Kamis (17/8/2026).

Baca juga  Kemendikdasmen Resmikan OSN Dikmen 2026 di UMM, 540 Finalis dari 28 Provinsi Bertanding

Mu’ti menambahkan sertifikat pelatihan dari lembaga kursus dan pelatihan dapat melengkapi ijazah yang diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal tempat mereka belajar.

“Makanya ini yang dulu sering saya sampaikan bahwa lulusan-lulusan SMK itu bisa punya dua sertifikat. Satu adalah ijazah dari lembaga di mana mereka belajar, yang kedua itu sertifikat pelatihan-pelatihan yang dibekalkan melalui berbagai lembaga kursus dan pelatihan,” katanya.

Ia menjelaskan keterampilan tambahan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi lulusan SMK ketika memasuki dunia kerja, sekaligus membuka peluang untuk bekerja pada bidang yang lebih beragam.

Mu’ti juga mengingatkan satuan pendidikan formal dan lembaga kursus serta pelatihan perlu bersinergi agar peserta didik memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca juga  Kemendikdasmen Dukung Residensi Rimbaud Perkuat Diplomasi Bahasa dan Sastra Indonesia–Prancis

Dengan demikian, lulusan SMK tidak hanya mengandalkan ijazah sebagai bukti telah menyelesaikan pendidikan, namun juga memiliki sertifikat keterampilan yang menunjukkan kompetensi tambahan yang telah mereka miliki.

“Supaya mereka punya life skill yang tidak hanya bersifat akademi, tapi juga berupa keterampilan-keterampilan yang membekali mereka untuk dapat bekerja, baik sebagai pegawai maupun sebagai entrepreneur atau wirausahawan yang mandiri dengan keterampilan yang mereka miliki,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *