Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terus memperkuat edukasi pembentukan karakter anak, melalui program Satpol PP Goes to School PAUD. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya mengenalkan pentingnya ketertiban, tetapi juga membiasakan anak menerapkan perilaku positif, dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kegiatan kali ini, sebanyak 275 siswa dari RA Masjid Al Akbar dan RA Ittaqu mengikuti kegiatan, dengan didampingi 45 guru. Rinciannya, 181 siswa berasal dari RA Masjid Al Akbar, sedangkan 94 siswa lainnya dari RA Ittaqu, yang berlangsung di Aula Al Marwah, Masjid Al Akbar, Selasa (22/9).
Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani mengatakan, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter. Karena itu, pengenalan kedisiplinan perlu dilakukan, melalui kegiatan sederhana yang sesuai dengan usia anak.
“Contohnya sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, belajar mengantre, kemudian makan sambil duduk dan tidak berlari-lari. Hal-hal sederhana seperti itu sebenarnya bisa membantu menguatkan kedisiplinan anak. Dampaknya akan luar biasa, ketika mereka dewasa karena kebiasaan disiplin tersebut, sudah terbentuk sejak usia dini,” kata Bunda Rini.
Menurut Bunda Rini, pembentukan karakter tidak dapat hanya mengandalkan pembelajaran akademik. Anak juga membutuhkan pembiasaan nilai-nilai positif, yang dilakukan secara konsisten, baik di sekolah, maupun di lingkungan keluarga.
“Karena itu, kami mendorong sekolah dan orang tua untuk melanjutkan nilai-nilai, yang sudah dikenalkan kepada anak agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan karakter anak adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Satpol PP Kota Surabaya, Irna Pawanti mengatakan, pendekatan kepada anak PAUD dilakukan, dengan memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri, sekaligus mengarahkan ekspresi tersebut pada perilaku positif.
“Anak-anak PAUD harus diberi ruang, untuk mengekspresikan dirinya. Ekspresi tersebut yang harus kita kawal, agar diarahkan pada hal-hal yang baik,” katanya.
Irna menjelaskan, anak-anak saat ini berhadapan dengan beragam sumber pengaruh, mulai dari tontonan, penggunaan telepon seluler, hingga lingkungan sekitar. Karena itu, mereka perlu memiliki bekal, mengenai perilaku yang baik sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan dengan sejumlah kebiasaan positif, seperti mengantre, menjawab dengan baik ketika ditanya, berkata jujur, berani tampil di depan, serta menyelesaikan tugas, yang menjadi tanggung jawabnya.
“Kita juga mengenalkan lagu-lagu dan senam, tentang Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kalau terus diulang dan distimulasi, hal tersebut lama-kelamaan akan menjadi pedoman bagi mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberanian anak untuk tampil di depan umum, juga menjadi bagian dari pembentukan karakter. Menurutnya, kemampuan anak menyelesaikan tugas, meski sempat terbata-bata atau merasa gugup, merupakan proses pembelajaran yang penting.
“Anak-anak belajar untuk berani tampil, menyelesaikan tugas, dan tidak mudah menyerah, meskipun sempat merasa gugup. Hal-hal sederhana seperti ini menjadi bagian penting, dalam proses pembentukan karakter sejak dini,” imbuhnya.
Pembentukan karakter tersebut menjadi bagian dari program Satpol PP Goes To School, yang memberikan edukasi dan literasi sosial, termasuk pengenalan pencegahan paham radikalisme sejak dini. Program ini telah dilaksanakan sejak 2015 dan kemudian diperluas, ke jenjang PAUD berdasarkan masukan Bunda PAUD Kota Surabaya pada 2025.
Dalam perkembangannya, program Satpol PP Goes To PAUD, telah menjangkau 31 kecamatan. Hingga saat ini, kunjungan telah dilakukan ke 27 sekolah. Satpol PP Kota Surabaya juga menargetkan perluasan kegiatan, hingga 153 kelurahan pada tahun berikutnya.
“Selain itu, keberlanjutan edukasi tersebut, juga membutuhkan peran guru. Pendampingan guru sangat penting, agar nilai-nilai yang dikenalkan selama kegiatan dapat terus diterapkan anak, baik di lingkungan sekolah, maupun dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (yunus)











