Kemenhaj Dorong Transformasi Asrama Haji Lebih Produktif

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong transformasi asrama haji agar tidak hanya berfungsi saat musim haji, tetapi mampu menjadi pusat layanan yang modern, berkualitas, dan produktif sepanjang tahun.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heriyawan, saat membuka Rapat Koordinasi Pengembangan Strategi Asrama Haji di Bekasi.

Forum bertema “Transformasi Asrama Haji Menuju Layanan Modern, Berkualitas dan Terintegrasi” itu menjadi ruang untuk menyusun arah baru pengelolaan asrama haji di Indonesia.

Ian Heriyawan mengibaratkan asrama haji sebagai “raksasa yang tertidur”. Menurutnya, berbagai fasilitas yang dimiliki, mulai dari kamar, aula hingga lahan, menyimpan potensi besar untuk terus dimanfaatkan di luar operasional haji.

Baca juga  Terdakwa Korupsi Kuota Haji Klaim USD 1 Juta untuk Pansus Haji, Sebut Nama Nusron Wahid

“Jangan sampai asrama haji hanya hidup satu musim. Kita memiliki aset yang besar, tetapi kalau sepanjang tahun tidak dimanfaatkan, justru menjadi beban operasional,” ujar Ian, Rabu (30/9/2026).

Karena itu, ia mendorong agar pemanfaatan asrama haji diperluas untuk berbagai kebutuhan, seperti akomodasi, perhotelan, manasik, pelatihan, pertemuan, hingga kegiatan masyarakat lainnya. Pengembangan tersebut, kata Ian, harus berjalan beriringan dengan fungsi utama asrama haji sebagai bagian penting dari pelayanan jemaah.

Perubahan juga tidak cukup dilakukan pada aspek fisik. Ian menilai diperlukan perubahan cara pandang dalam mengelola aset tersebut. Asrama haji harus dikelola secara profesional, transparan dan akuntabel, sehingga mampu memberikan pelayanan yang semakin baik sekaligus memiliki keberlanjutan secara ekonomi.

Baca juga  Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Haji

“Mindset itu yang harus kita ubah. Mengubah mindset memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan,” katanya.

Di sisi lain, Ian Heriyawan tidak ingin transformasi asrama haji hanya dilihat dari perspektif bisnis. Menurutnya, ada dimensi spiritual yang melekat pada keberadaan asrama haji sebagai gerbang awal perjalanan jemaah menuju Tanah Suci.

Ia pun menyebut asrama haji sebagai “doa iftitah” dalam rangkaian perjalanan ibadah haji.

“Dari aspek spiritual, asrama haji itu doa iftitah-nya. Di sinilah gerbang awal bagaimana membuka spiritual jemaah sebelum menuju Tanah Suci,” Pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *