Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Haji

Presiden Prabowo Subianto meminta melakukan audit forensik terhadap tata kelola keuangan haji yang saat ini dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Audit tersebut diarahkan untuk mengetahui kondisi faktual keuangan haji secara menyeluruh.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pembenahan pengelolaan keuangan haji.

“Presiden tadi mendorong supaya keuangan haji itu segera dilakukan audit forensik terhadap tata kelola keuangan haji,” ujar Dahnil dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (28/9/2026).

“Karena Presiden ingin tahu fakta sebenarnya seperti apa kondisi keuangan haji yang sebenar-benarnya,” katanya,

Baca juga  Wamenhaj Dahnil: Antrean Haji Turun Jadi 14 Tahun

Ia menambahkan. Dahnil mengatakan pemerintah ingin mengetahui kondisi faktual sebelum melakukan langkah pembenahan lebih lanjut.

“Jadi jangan sampai kemudian ada finansial engineering dan sebagainya. Seperti kasus Malaysia yang sekarang sedang ramai,” ujar Dahnil.

Dahnil menegaskan pemerintah ingin memastikan pengelolaan keuangan haji berjalan secara baik di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. Audit forensik dinilai penting agar kondisi keuangan haji dapat diketahui secara faktual.

“Kami tidak mau juga kalau kemudian pemerintahan Pak Prabowo seolah-olah tidak benar mengelola keuangan haji. Karena kami belum tahu faktualnya keuangan haji seperti apa,” kata Dahnil.

Selanjutnya, Kementerian Haji dan Umrah akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menindaklanjuti arahan tersebut. Dahnil mengatakan pembahasan audit forensik akan dilakukan bersama tim, terutama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (Ym)

Baca juga  Tekan Biaya Haji, Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Alternatif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *