Disambut Ribuan Santri, Kapolres Mojokerto Gaungkan Berantas Narkoba dan Stop Bullying di Ponpes Nuris 2

Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, beserta rombongan Pejabat Utama (PJU) Polres Mojokerto mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) 2 Mojokerto di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jumat (16/10/2026).

Kedatangan Kapolres Mojokerto ini disambut antusias oleh ribuan santri dan santriwati yang telah berjejer rapi di halaman pesantren.

Rombongan disambut hangat oleh Pendiri Ponpes Nuris 2 Mojokerto, Dr. KH. Ahmad Siddiq.

Kegiatan silaturahmi ini menjadi langkah positif dalam memperkuat komunikasi serta kemitraan strategis antara Polri dan tokoh agama.

Dalam sambutannya, Dr. KH. Ahmad Siddiq menyampaikan syukur dan terima kasih atas kunjungan Kapolres Mojokerto beserta jajaran. Ia menilai kehadiran Polri di lingkungan pesantren adalah bentuk perhatian yang luar biasa terhadap dunia pendidikan agama.

“Saya ucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Bapak Kapolres beserta jajarannya atas kedatangannya di Ponpes Nurul Islam 2. Kita doakan Bapak Kapolres Mojokerto senantiasa diberi kesehatan serta diberi kemudahan dalam bertugas dan meniti karir yang lebih tinggi kedepannya,” ujarnya.

Baca juga  Harhubnas 2026, Pemkot Mojokerto Luncurkan QRIS Parkir

Lebih lanjut, KH. Ahmad Siddiq menekankan filosofi pentingnya sinergi antara ulama dan umara. Menurutnya, dunia pesantren mengambil peran sebagai amar ma’ruf, sementara Polri mengambil peran sebagai nahi mungkar. Keduanya harus berjalan beriringan untuk membangun negeri.

“Dunia pesantren mengambil peran amar maruf, serta rekan-rekan Polri mengambil peran nahi mungkarnya, sehingga kita harus bersinergi untuk membangun negeri ini,” tambahnya di hadapan ribuan santri.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Mojokerto mengungkapkan rasa bangga dan harunya bisa berdiri di tengah-tengah ribuan santri. Ia mengaku terkesan dengan semangat dan keteraturan para santri Nuris 2 yang tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum yang luas. Ia mendoakan agar pesantren tersebut mampu mencetak pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan.

“Saat ini Polri dipimpin oleh Kapolri yang baru, beliau menyampaikan bahwa peran ulama dan umara harus seiring dan sejalan. Bahwa Polri saat ini punya tagline baru yaitu ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Kehadiran kami disini adalah wujud dari tagline itu,” tegasnya.

Baca juga  Pembangunan Kantor Kemenhaj Mojokerto Dimulai, Gus Barra Tekankan Kualitas Pelayanan Haji Umrah

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Mojokerto juga memberikan pesan penting yang relevan dengan tantangan zaman. Ia mengingatkan para santri dan santriwati untuk bijak dalam menyaring informasi di era digital.

“Saya melihat pesantren ini tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga belajar ilmu yang lebih luas. Saya juga mengingatkan agar santri dan santriwati disini dapat menyaring berita dimana sekarang banyak berita hoax beredar di masyarakat. Jangan mudah percaya dan jangan mudah menyebar berita yang belum jelas kebenarannya,” pesannya.

Isu paling tegas yang digelorakan Kapolres Mojokerto adalah tentang bahaya narkoba dan pentingnya menolak segala bentuk kekerasan atau bullying di lingkungan pendidikan. Di hadapan ribuan santri, Kapolres mengajak untuk bersama-sama memerangi peredaran obat-obatan terlarang.

“Saya juga mengingatkan agar santri-santri disini menjauhi obat-obatan terlarang, dan juga menolak obat-obatan terlarang di Bumi Indonesia. Masa depan kalian masih panjang, jangan dirusak oleh narkoba,” ujarnya dengan nada tegas.

Baca juga  Warga Mojokerto Senang, Motornya yang Hilang Dicuri Ditemukan dan Dikembalikan Polisi

Terkait isu kekerasan di lingkungan pendidikan yang marak terjadi di beberapa daerah, Kapolres Mojokerto mengaku bersyukur dan mengapresiasi Ponpes Nuris 2 yang berhasil menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Kami juga menyoroti kekerasan di lingkungan kita, tetapi saya bersyukur bahwa tidak ada kejadian kekerasan di Ponpes Nurul Islam ini. Tolong jaga terus budaya saling menghormati, jangan ada bullying di antara santri. Kalau ada masalah, selesaikan dengan musyawarah,” tambahnya.

Kapolres juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan luar biasa yang diberikan.

“Saya sekali lagi mengucapkan terimakasih banyak atas sambutan yang diberi kepada kami, saya merasa bangga bisa berdiri ditempat ini, dan saya tidak akan lupa pengalaman saya di ponpes ini, dan doakan saya semoga saya bisa bertugas dengan baik, dapat menciptakan Mojokerto yang aman dan kondusif,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *