Warga Jangan Panik, Gubernur Khofifah Pastikan Stok BBM di Jatim Aman

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa buka suara soal antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU di Jawa Timur. Khofifah memastikan stok masih aman hingga 31 Oktober 2026.

Data tersebut, kata Khofifah didapatkan usai berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga. Di mana, Pertamina menjamin stok BBM secara umum sampai 31 Oktober tercatat aman. Namun, kondisi itu perlu diikuti dengan distribusi yang sesuai kebutuhan di setiap wilayah agar pasokan dapat diterima masyarakat secara proporsional.

“Pemprov Jatim sudah dua kali melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga, mulai dari persoalan antrean panjang di Jember, kemudian Bondowoso, hingga Malang. Berdasarkan data stok dari Pertamina, sebetulnya tercatat aman,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Ahad (18/10/2026).

Baca juga  Pendaftaran Calon Ketua PWI Jatim Periode 2026-2031 Resmi Dibuka, Inilah Syaratnya!

Ia menjelaskan, dalam koordinasi tersebut pihaknya memperoleh informasi bahwa kapal pengangkut BBM impor telah merapat di Pelabuhan Tanjung Perak.

Sementara itu, kapal berikutnya dijadwalkan tiba pada 25 Oktober. Informasi tersebut menjadi salah satu bagian dari kordinasi dan pemantauan pemerintah terhadap kesinambungan pasokan BBM di Jawa Timur.

Meski demikian, Khofifah menekankan bahwa ketersediaan stok secara umum harus diimbangi dengan distribusi yang tepat hingga ke setiap SPBU. Menurutnya, penyaluran BBM perlu mengacu pada data kebutuhan masing-masing wilayah sehingga pasokan dapat menjangkau masyarakat sesuai proporsi.

“Harapan kita, masing-masing SPBU di Jawa Timur mendistribusikan BBM sesuai proporsi. Kebutuhan itu sebenarnya sudah ada datanya di Pertamina. Jadi, mari kita bersama-sama memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sesuai porsinya,” katanya.

Baca juga  Puncak Hari Jadi Ke-81 Jatim Digelar di Pantai Slopeng Sumenep, Khofifah Bagi-bagi Bantuan

Dalam koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga, Khofifah juga memperoleh penjelasan bahwa pasokan ke sejumlah SPBU di Malang bahkan telah melampaui kuota yang tercatat.

Karena itu, apabila antrean panjang masih terjadi, evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya di lapangan, baik dari sisi distribusi maupun perkembangan kebutuhan masyarakat.

Evaluasi tersebut menjadi penting karena Kota Malang memiliki karakteristik sebagai kota pendidikan sekaligus tujuan wisata. Mobilitas mahasiswa, wisatawan, dan masyarakat pada periode tertentu dapat memengaruhi kebutuhan bahan bakar.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah bersama Pertamina Patra Niaga perlu terus mencermati pola konsumsi dan memastikan penyesuaian pasokan dilakukan berdasarkan kebutuhan aktual.

Selain memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan, Khofifah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

Baca juga  Khofifah Tegaskan Jatim Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Nasional

Ia mengingatkan, pembelian dalam jumlah tidak wajar justru berpotensi memperpanjang antrean dan menghambat masyarakat lain yang membutuhkan bahan bakar untuk kegiatan sehari-hari.

“Kita harus menghindari panic buying. Apalagi jika ada indikasi membeli menggunakan tangki yang lebih besar, kemudian BBM-nya disedot atau dijual kembali di jalan. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya. (Ym) .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *