Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bakal meluncurkan hotline/pengaduan mafia haji dan umrah.
Hal itu bersamaan dengan satu tahun berdirinya Kemenhaj (Hari Hikmat), 8 September 2026 mendatang.
“Ya travel nanti kita akan ngawasi. Jadi, oleh sebab itu, nanti di tanggal 8 bersamaan dengan satu tahun Kemenhaj, kami sebut sebagai Hari Hikmat Haji, itu kami akan launching hotline pengaduan mafia haji dan umrah,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Azhar Simanjuntak, Kamis (3/9/2026).
Menurut Dahnil, kebijakan itu lantaran memang banyak sekali praktik-praktik penipuan. Oleh sebab itu pihaknya menyiapkan verifikasi secara menyeluruh terhadap sekitar 3.900 travel umrah yang ada saat ini untuk mencegah adanya praktik ilegal yang merugikan jamaah.
Dahnil mengaku pemerintah saat ini belum membuka izin baru bagi travel umrah. Langkah memperketat pengawasan terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah dilakukan menyusul masih ditemukannya travel yang tidak memiliki izin dan kasus yang merugikan jemaah.
“Belum pernah dan sampai dengan hari ini belum mengeluarkan izin baru untuk travel umrah. Sekarang itu travel umrah jumlahnya ada sekitar 3.900,” ujar Dahnil.
Menurutnya, verifikasi dilakukan untuk menentukan travel yang masih memenuhi persyaratan dan memiliki rekam jejak baik untuk memperpanjang izin. Sebaliknya, travel yang memiliki rekam jejak buruk akan dikenai tindakan tegas, mulai dari pemblokiran hingga pencabutan izin.
“Pasti, kami akan verifikasi ketat. Mana yang punya track record buruk akan kami blokir atau kami cabut izinnya,” tegasnya.
Dahnil mengungkapkan banyak travel-travel yang sejatinya tidak berizin. Misalnya, mereka tidak punya izin travel umrah, bukan PPIU, tapi hanya travel wisata biasa. Itu banyak yang kita temukan,” katanya.
Selain memperketat verifikasi, Kementerian Haji dan Umrah juga telah memblokir tiga travel yang merugikan jamaah. Salah satunya adalah Hanania Group yang disebut berkaitan dengan sekitar 3.000 jamaah.
“Kemarin kami sudah memblokir tiga travel umrah yang merugikan jamaah. Satu, Hanania Group yang jumlahnya 3.000 orang itu. Kemudian ada dua lagi,” ujarnya. (Ym)






