Desak Rektor Mundur, Kampus UINSA Disegel Mahasiswa

Ratusan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menyegel kampus mereka, Senin (21/9). Aksi ini merupakan buntut dari demonstrasi berhari-hari yang menuntut Rektor Achmad Muzakki mundur dari jabatannya.

Gerbang utama kampus yang berada di Jalan Ahmad Yani, Wonocolo, Surabaya, tertutup rapat. Sebuah spanduk berisi tuntutan mendesak rektor mundur pun membentang terpasang.

“Kampus ini disegel, sampai Muzakki turun. Kami di sini sampai Muzakki turun, reset UINSA,” tulis spanduk yang terpasang di pintu masuk kampus.

Tak hanya itu, mahasiswa jugamenduduki gedung rektorat. Mereka melakukan orasi bergantian pembakaran di halaman gedung.

Baca juga  Syukuran 100 Tahun Pondok Gontor, Prabowo Teriakkan Free Palestine

Koordinator lapangan aksi sekaligus Sekretaris 1 Komisariat Tarbiyah PMII Cabang Surabaya Selatan, Koko Qurrahman Prakoso, menyatakan penyegelan ini adalah bentuk kecaman keras. Massa merasa diabaikan karena rektor tidak kunjung menemui mereka sejak demonstrasi dimulai.

“Untuk pintu masuk depan kami segel. Nah ini sudah termasuk ancaman keras bagi kami, ya. Karena sudah dua hari, ini yang hari ketiga, tidak ditemui sama sekali oleh Rektor, Prof Muzakki sendiri,” kata Koko di lokasi.

Ia menegaskan langkah penutupan akses utama kampus ini bertujuan untuk memberikan tekanan secara langsung kepada pimpinan UINSA agar mau mendengarkan tuntutan mahasiswa.

Mahasiswa sebelumnya sudah sempat ditemui oleh pihak kampus. Namun, hasil mediasi tersebut tidak memberikan jawaban atas tuntutan yang dibawa oleh massa sejak Rabu (16/9).

Baca juga  Kemenag Terbitkan Aturan, Batasi Penggunaan HP di Madrasah dan Pesantren

“Ada dari Warek dan staf rektorat, cuma itu jawabannya tidak memuaskan sebenarnya. Tidak memuaskan karena harusnya yang tertuju adalah rektor sendiri, Prof Muzakki,” jelasnya.

Koko menyebutkan aksi ini melibatkan ratusan massa dari berbagai kelompok mahasiswa di UINSA. Menurutnya mayoritas mahasiswa menilai kepemimpinan kampusnya saat ini bermasalah dan harus segera diakhiri.

“300 lebih, dari semua elemen mahasiswa UINSA. Yang kami mau, yang kami mau karena sudah banyak kebobrokan yang terjadi semenjak periode Prof Muzakki. Sadar bahwa banyak keburukan, banyak hal-hal buruk terjadi semenjak awal periode sekalipun. Turun,” ucapnya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *