MUI Jatim dan DMC Dompet Dhuafa Gelar Edukasi Mitigasi Bencana di Masjid, Sekolah, dan Pesantren

Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Jawa Timur bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar rangkaian edukasi dan simulasi mitigasi bencana serta perlindungan komunitas.

Kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Kantor MUI Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur di Surabaya, SMP Maryam Surabaya, serta Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Kegiatan menyasar pengurus masjid dan musala, pelajar, hingga santri.

Ketua Komisi PDUF MUI Jatim, KH. Miftah Jauhari, mengatakan masjid, musala, sekolah, dan pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun budaya sadar bencana.

“Masjid, musala, sekolah, dan pesantren memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, edukasi mitigasi bencana dan perlindungan terhadap kelompok rentan perlu menjadi bagian dari penguatan kapasitas umat,” kata Kyai Miftah, Ahad (1/11).

Baca juga  Kerja sama dengan Kuwait, Muhammadiyah Jajaki Bangun Rumah Sakit di Bekasi

Rangkaian kegiatan diawali 28 Oktober 2026 di Kantor MUI Jawa Timur dengan melibatkan 50 pengurus masjid dan musala. Peserta mendapat sosialisasi mitigasi gempa bumi dan risiko megathrust, dilanjutkan praktik menggunakan simulator gempa di BPBD Jawa Timur.

Pada 29 Oktober 2026, kegiatan berlanjut di SMP Maryam Surabaya. Pelajar mendapat edukasi kebencanaan dengan simulasi gempa bumi dan praktik pemadaman api ringan.

Pada 30 Oktober 2026, kegiatan digelar di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Selain simulasi gempa dan pemadaman api ringan, santri juga mendapat materi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perlindungan Santri, meliputi deteksi dini dugaan kekerasan dan mekanisme pelaporan.

Direktur Sosial Dakwah Dompet Dhuafa, KH. Son Haji, yang hadir memberikan keynote speech pada pembukaan di Kantor MUI Jatim, menekankan pentingnya kolaborasi pencegahan bencana.

Baca juga  MUI Kecewa Konser Andrea Bocelli yang Terafiliasi Israel Tetap Digelar di Indonesia

“Gerakan kemanusiaan tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga harus dimulai dari upaya pencegahan dan kesiapsiagaan,” ujar Son Haji.

Perwakilan BPBD Jawa Timur, Dadang, mengatakan pengetahuan kebencanaan perlu diikuti latihan dan simulasi agar respons masyarakat lebih tepat dan tidak panik saat darurat.

Kegiatan ini difasilitatori tim DMC Dompet Dhuafa yang terdiri dari Lukman, M. Syaiban, dan dr. Nurul, serta jajaran Komisi PDUF MUI Jatim yakni KH. Miftah Jauhari, Gus Moch Rizzqi Aladib, dan Gus M. Syafi’i.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *