Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menerangkan bahwa program studi Bahasa Indonesia semakin diminati perguruan tinggi di luar negeri.
Kemendikdasmen akan terus berupaya memperluas pembukaan prodi Bahasa Indonesia di perguruan tinggi luar negeri.
Abdul Mu’ti menilai upaya tersebut tidak selalu mudah, namun meningkatnya popularitas Bahasa Indonesia turut mendorong pembukaan prodi Bahasa Indonesia di perguruan tinggi luar negeri.
Negara yang telah membuka prodi Bahasa Indonesia termasuk Mesir, Arab Saudi, dan Australia. Ke depannya, pemerintah berencana mendorong pembukaan prodi ini di Australia.
“Salah satu yang baru adalah dibukanya prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar, Mesir. Dan juga pengajaran Bahasa Indonesia di University of Tasmania, Australia,” ungkap Mu’ti dalam pembukaan Bulan Bahasa dan Sastra (BBS) di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2026).
Abdul Mu’ti juga mencontohkan pengajaran Bahasa Indonesia di salah satu perguruan tinggi di Uzbekistan. Meskipun belum berbentuk prodi, pengajaran Bahasa Indonesia telah menarik minat mahasiswa di kampus tersebut.
Dirinya menuturkan pengajaran Bahasa Indonesia di luar negeri selama ini didukung oleh tenaga pengajar yang dikirim dari Indonesia. Sementara itu, sebagian pengajar lain berasal dari negara setempat yang telah mendapatkan pelatihan.
Abdul Mu’ti menilai pelibatan pengajar lokal dapat membantu menekan biaya penyelenggaraan pengajaran Bahasa Indonesia. (Ym)






