Press "Enter" to skip to content

MUI Sesalkan Dugaan Pencabulan Di Pesantren Gorontalo

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada pimpinan pesantren untuk membuat peraturan yang lebih ketat terharap pengajar maupun santri-santrinya.

MERESAHKAN

Imbauan ini disampaikan Sekjen MUI Dr Anwar Abbas merespon tindakan tak terpuji di lingkungan pesantren. Dimana pengurus pesantren di Gorontalo diduga mencabuli 13 santriwatinya

“Mencabuli, memperkosa zinah itu kan praktik tidak terpuji, melanggar agama dan meresahkan masyarakat. Pesantren harus buat aturan lebih ketat,” jelasnya dalam keterangan pers Kamis (12/9/2019).

Diberitakan bahwa T alias Tam (52) warga Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango yang juga pemilik dan pemimpin pesantren di Desa Mustika Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Gorontalo ditahan polisi. Tam diduga melakukan pencabulan terhadap 13 santriwatinya.

SEGERA DITINDAK

Anwar Abbas menandaskan jika tindakan pimpinan ponpes itu pelanggaran besar terhadap agama.

“Harus ditindak. Itu kalau dia suka sama suka artinya berzinah, kalau yang perempuannya ndak suka berarti pemerkosaan, dua itu perbuatan yang sangat tercela. Polisi harus turun itu,” sambungnya.

MUI sangat menyesalkan kejadian tersebut. Apalagi di lingkungan pesantren.

“Harus segera ditindak secepatnya,” tegasnya. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *