Press "Enter" to skip to content

Visa Progresif Umrah Dihapus, Jamaah Umrah Dikenakan Biaya 491 Riyal

Pemerintah Arab Saudi menghapus aturan visa progresif bagi jamaah umrah sebesar 2000 riyal. Tapi jamaah masih tetap dikenakan biaya sebesar 300 riyal.

BERLAKU TIAP KUNJUNGAN

Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jawa Timur, HM Sufyan membenarkan hal itu.

“Jadi bagi jamaah yang umrah berulang, tidak dikenakan visa progresif. Sudah dihapus,” ujarnya diwawancarai majalahnurani.com Kamis (12/9/2019).

Meski sudah dihapus, ada kebijakan government fee untuk jamaah. Government fee itu sebesar 300 riyal atau jika dikurskan menjadi 1,2 juta rupiah.

“Dan ini tidak dikenakan bagi umrah berulang saja, tapi setiap pengunjung ke Arab Saudi. Semua yang datang berkunjung ke Arab akan kena government fee tersebut. Tidak hanya orang umrah, bisnis atau berkunjung. Semua Kunjungan,” sambungnya.

Khusus untuk umrah, lanjut Sufyan yang juga owner Multazam Nusantara, didalam pengurusan visa umrah, akan muncul rincian biaya lain. Amphuri merujuk biaya yang keluar untuk pengurusan visa umrah yakni kurang lebih 491 riyal. Ada tambahan 191 riyal.

Sufyan merinci, biaya tambahan tersebut yakni pemberlakuan pajak pemerintah setempat. booking hotel.

Misalnya jamaah umrah 9 hari dengan menginap 7 hari di hotel, maka tambahan biayanya 20 riyal per pack per hari.

“Jika menginap di hotel selama 7 hari, maka tinggal dikalikan 20 riyal kali 7 hari jadi 140 riyal,” urainya.

Tak hanya itu saja, jamaah juga akan membayar nakoba atau biaya transportasi bus sebesar 30 riyal per pack.

“Sehingga untuk umrah sendiri ada biaya tambahan sebesar kurang lebih 491 riyal,” katanya.

Kenaikan dari pemberlakukan government fee Arab ini perlu diketahui jamaah. Karena bukan travel yang menaikkan tapi kebijakan dari Arab.

“Ini yang menjadi catatan bagi travel dan harus diketahui jamaah,” ungkapnya.

DIHARAPKAN JAMAAH MENINGKAT

Sufyan mengimbau, jangan sampai dengan kenaikan ini ditumpangi pihak tertentu sehingga malah menaikkan harga paket setinggi-tingginya.

“Naik maksimal 2 juta rupiah dan berlaku bagi semua jamaah umrah.Kenaikan ini bukan dari travel tapi kebijakan dari pemerintah Arab,” tuturnya.

Setiap tahunnya Amphuri mengirim 450 ribu jamaah. Sementara Anggota Amphuri jatim ada 78.

“Di Jatim sendiri ada 40 persennya yang berangkat umrah setiap tahun. Mudah-mudahan dengan dihapusnya visa progresif jamaah kembali meningkat,” tandasnya. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *