Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik arahan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD soal masjid yang mensyiarkan dan membangun kedamaian serta kesejukan.
Dimana masjid harus dikelola secara baik sebagai pembawa pesan agama, membangun kedamaian di hati dan persaudaraan sesama umat manusia.
Mengurangi Gesekan
Wakil Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI KH Agus Abdul Ghofur menyeru kepada para dai untuk mengusung dakwah wasathiyah. Semaksimal mungkin para dai diharapkan bisa mengurangi hal-hal yang dapat menimbulkan gesekan.
“Menyerukan dakwah yang bisa membangun kedamaian dan kesejukan yakni dakwah yang mengusung wasathiyah atau moderasi. Para dai harus menarik jalan tengah saat berdakwah dengan mengusung wasathiyah,” tuturnya.
Dakwah yang mengusung wasathiyah, kata Abdul adalah jalan dakwah yang paling selamat. Dia menjelaskan, hakikatnya agama Islam dan Rasulullah mengajarkan wasathiyah.
“Jadi ummatan wasathan yang ada di dalam Alquran artinya umat pertengahan,” sambungnya.
Sejuk dan Diterima
Menurut Abdul ketika para dai mampu menyeimbangkan konteks ajaran agama Islam, maka Insya Allah dakwahnya akan sejuk dan dapat diterima oleh mayoritas kalangan.
Dia mengakui bahwa saat dai berdakwah memang tidak mungkin akan memuaskan semua orang. Sebab, sudah menjadi fitrah manusia berbeda-beda pandangannya.
“Kami dari Komisi Dakwah MUI menyerukan dakwah yang berasaskan wasathiyah atau moderasi baik dalam pemikiran, sikap maupun dalam muamalah atau praktik kehidupan sehari-harian,” tandasnya. 01/Bagus












