Bismillah…
Saudaraku, ujian dan cobaan Allah itu jalannya sangat banyak dan beragam. Ada yg diuji miskin, ketakutan, kekayaan, anak, istri, jabatan, pekerjaan dan masih banyak jenis ujian lainnya. Saat ini kita semua diuji dengan corona. Selain menyerang kesehatan manusia, ternyata corona juga menyerang semua sisi kehidupan manusia. Melumpuhkan ekonomi, kesehatan, meruntuhkan sendi sendi kehidupan sosial serta masih banyak sisi kehidupan yang runtuh karenanya.
Apakah ini ujian Allah, ataukah azab? Tergantung bagaimana kecerdasan kita dalam menyikapinya. Bagi seorang yang beriman, wabah semacam ini bisa dianggap sebagai kesempatan untuk menaikkan derajat yang lebih baik. Karena hakekat ujian itu adalah upaya Allah untuk menyeleksi dan mencari siapa diantara kita yang paling baik amalan dan akhlaknya.
” Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk: 2)
Jadi, kecerdasan sikap kita akan menentukan masa depan kita. “Ana indha dhonni abdibi”, Saya tergantung pada prasangka hambaKu,” begitu firman Allah dalam hadis qudsi.
HIDUP MISKIN

Saudaraku, kali saya akan menampilkan sisi kehidupan sepasang suami istri pada jaman nabi Musa. Di mana karena kecerdasan istrinya, sampai sampai takdir Allahpun bisa berubah karenanya.
Di zaman Nabi Musa AS, ada sepasang suami istri yang termasuk keluarga fakir miskin. Semua serba sulit, dan hidupnya selalu dirundung kesusahan dan kekurangan. Saat sedang duduk-duduk berdua, sang istri berkata kepada suaminya,
“Allah Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar telah menjadikan rezeki kita sempit dan kurang. Suamiku, aku mendengar ada seorang laki laki yang bernama Musa. Orang-orang menganggapnya sebagai Nabi Allah dan doanya pasti terkabulkan.”
Sang istri kemudian berkata lagi kepada suaminya,
“Kita Temui beliau (Musa) dan mohonlah kepadanya agar Allah melapangkan rezeki kita.”
Mendapat info dari istrinya, sang suami pun sepakat.
Mereka pun bergegas pergi untuk bertemu Nabi Musa, kemudian mereka meminta beliau agar mendoakan keluarganya diberi rezeki yang lapang.
Nabi Musa kemudian berdoa kepada Allah. Kemudian Allah berfirman kepada beliau,
“Katakan kepadanya, keluarganya akan diberi tujuh tahun kehidupan yang serba berkelebihan dan melimpah harta bendanya, lalu tujuh tahun berikutnya keluarga itu akan hidup dalam kefakiran dan kesempitan rezeki.Tanyakan kepadanya, mana yang dipilih lebih dahulu?”
PILIHAN CERDAS
Nabi Musa kemudian menemui mereka dan menyampaikan jawaban Allah atas doanya.
Istrinya menyarankan agar memilih menjadi orang kaya terlebih dahulu, setelah tujuh tahun kemudian mereka akan melihat bagaimana baiknya nanti. Sang suami pun sepakat dengan pilihan istrinya.
Akhirnya mereka mengatakan kepada Nabi Musa AS bahwa keluarganya memilih menjadi orang kaya terlebih dahulu.
Beberapa waktu kemudian, Allah memberi keluarga itu rezeki harta benda berlimpah. Mereka memiliki semuanya. Harta yang banyak dari emas, perak, hewan ternak, dan segala yang menjadi keinginan mereka terpenuhi.
Sewaktu sang Suami sedang duduk-duduk bersama Istrinya dia berkata, “Istriku, waktu tujuh tahun kekayaan kita akan segera habis dan kita akan kembali menjadi orang miskin seperti dahulu. Menurutmu, apa yang harus kita lakukan?”
Isterinya berkata, “Dengan banyaknya kekayaan dan kebaikan yang kita terima, sebaiknya kita bangun saja sebuah gudang yang besar dengan 4 pintu di 4 penjuru arah. Kemudian kita undang semua orang yang membutuhkan, agar mereka datang untuk mengambil semua yang mereka mau.”
Sang suami ternyata sepakat dengan ide dari istrinya.
Akhirnya mereka pun membangun gudang besar tersebut. Semua orang kemudian diundang dan boleh mengambil apa yang mereka butuhkan.
MENGUBAH TAKDIR ALLAH
Kabar itu pun menyebar ke seluruh penjuru kota, bahkan ke luar kota. Ke 4 pintu gudang itu pun tak pernah sepi dari orang yang keluar masuk.
Dan beberapa tahun kemudian, lebih dari tujuh tahun, ternyata rezeki harta sepasang suami istri itu masih ada dan bahkan makin bertambah.
Nabi Musa pun mengetahui ternyata si pemilik gudang itu adalah sepasang suami istri yang dahulu pernah meminta didoakan agar menjadi orang yang kaya.
Nabi Musa kemudian bertanya kepada Allah. “Wahai Allah, bukankah dahulu keluarga tersebut hanya diberi kekayaan yang melimpah selama tujuh tahun saja? Mengapa sampai sekarang, setelah melewati tujuh tahun Lebih, keluarga itu belum menjadi orang miskin?”
Allah kemudian menjawab, “Wahai Musa, bagaimana mungkin Aku menutup satu pintu rezekiKu untuk mereka, sementara mereka telah membukakan empat pintu gudang hartanya untuk hamba-hamba-Ku.”
Masya’Allah, ternyata kecerdasan suami istri itu dalam mengelola rezeki yang sudah diterimanya, mampu mengubah takdir miskin yang sebelumnya sudah ditetapkan Allah.
KESIMPULAN
Saudaraku, ternyata takdir Allah bisa diubah melalui pintu sedekah. Selain mampu meringankan beban sesama yang membutuhkan, ternyata sedekah mampu mengubah segalanya. Mari istiqomah bersedekah, karena sedekah memiliki banyak keutamaan:
1. Dari kisah di atas, menunjukkan bahwa sedekah mampu mengubah rencana Allah untuk hidup kita.
2. Sedekah membuat Malaikat mendoakan kita.
Sesuai dengan sabda Rasulullah saw, “Tidak ada suatu hari pun yang seorang hamba memasuki waktu pagi padanya, kecuali ada dua malaikat yang turun dari langit dan salah satunya berdoa:‘Ya Allah, berikanlah ganti untuk orang yang berinfak.’
Dan malaikat yang lain berdoa:
‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan untuk orang yang menahan diri tidak berinfak dan mengambil sesuatu yang bukan haknya.”
3. Sedekah bisa menarik rezeki. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat Saba’ Ayat 39
“…..Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”
4. Bila kita sedekah maka Allah akan menyedekahi kita. Sebagaimana sabda rasulullah:
Dari Abu Hurairah radliallahu bahwa nabi bersabda: “Allah berfirman: Wahai Ibnu Adam berinfaklah, niscaya Aku akan berinfaq kepada kalian.” (HR Bukhari dan Muslim)
5. Bersedekah tidak akan mengurangi harta kita. Sebagaimana sabda rasulullah:
“Dari Abu Hurairah ra. yang berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: Harta tidak akan berkurang karena sedekah….. (HR Muslim)
Saudaraku, begitu dasyatnya pengaruh sedekah dalam kehidupan kita, maka tunggu apa lagi? Mari kita sedekah setiap hari sesuai dengan kemampuan kita. Pasti dan sangat pasti kehidupan kita dijamin akan lebih baik.
Semoga bermanfaat.(Nur Cahya Hadi, Direktur majalahnurani.com dan TL Mina Wisata Islami Travel Haji dan Umrah)












