Wanita Haid Mengejar Pahala Malam Seribu Bulan

Oleh:
Drs H Nur Cahya Hadi, Direktur Majalah Nurani Indonesia

Bismillah….
Saudaraku, tanpa terasa ramadhan sudah mendekati sepuluh malam terakhir. Dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah, pada saat 10 malam terakhir beliau beriktifaf di masjid untuk menjemput datangnya Lailatul Qodar atau malam seribu bulan. Di dalam alquran dikatakan bahwa Lailatul qodar lebih baik dari seribu bulan atau setara dengan 83 tahun lebih. Sebagaimana firman Allah:
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS Al Qodar : 3)

MALAM YANG DITUNGGU
Lailatul Qodar adalah malam yang paling dinantikan umat Islam sejak jaman Rasulullah.
Bahkan salah satu “ibadah di Bulan Ramadhan” yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah selama berpuasa Ramadhan sembilan kali adalah iktikaf. Menurut riwayat Ibn Umar, Anas, dan Aisyah RA, Rasulullah SAW selalu melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat (HR al-Bukhari dan Muslim). Bahkan, pada puasa terakhir dalam tahun wafatnya, beliau melaksanakan iktikaf selama 20 hari (HR al-Bukhari).

Iktikaf artinya berdiam di dalam masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Iktikaf ini dicontohkan sendiri oleh Nabi Muhammad, dan tergolong amalan sunah di bulan Ramadan. Iktikaf ini dilakukan sebagai upaya umat Islam untuk mendapatkan Lailatulkadar, malam kemuliaan yang lebih baik dibandingkan seribu bulan. Beribadah atau melakukan amal kebaikan di malam itu, pahalanya akan lebih baik dari seribu bulan kita melakukan ibadah.

Baca juga  TNI Kerahkan Puluhan Ribu Prajurit ke Jakarta untuk Kesiapsiagaan

Pada malam itulah kemudian dilakukan iktikaf, shalatul lail, baca Alquran dan banyak berzikir kepada Allah.

WANITA HAID
Namun kadang, hari dan malam yang ditunggu banyak umat Islam itu tidak bisa dinikmati oleh seorang muslimah karena kodrat atau sunatullah yaitu mengalami haid. Dilarang shalat, dilarang membaca Alquran, apalagi iktikaf ke masjid jelas tidak diperbolehkan. Terus apa yang harus diperbuat muslimah yang sedang haid agar tetap mendapat pahala malam seribu bulan?

Bagi muslimah yang kebetulan pada sepuluh hari terakhir besok kedatangan ‘tamu’ tidak usah kuatir dan merasa kecewa. Allah maha adil, kalau kita mengikuti aturan dan Sunnah Rasulullah maka tidak menutup kemungkinan meski dalam kondisi haid tetapi masih bisa mendapatlan pahala malam seribu bulan. Berikut amalan yang bisa dilakukan wanita haid ketika menunggu lailatul qodar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

1. Membaca Alquran
Wanita yang haid tetap bisa membaca alquran tanpa harus menyentuh mushaf. Misalnya dengan menggunakan android, atau bisa juga dengan murajaah hafalan Alquran yang sudah dihafal. Bisa juga dengan mendengarkan murrotal Alquran, karena dengan mendengar dan menyimak bacaan Alquran maka pahalanya sama seperti membaca Alquran.

2. Banyak Berzikir
Muslimah yang sedang haid juga bisa memperbanyak pahala di malam seribu bulan dengan banyak berdzikir. Caranya dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah),tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar) dan zikir lainnya. Ini sesuai dengan firman Allah:
“Dan berdzikirlah pada Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah 10)
Juga firman Allah dalam surat Al Ahzab:
“Laki laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35).

Baca juga  MUI Tegaskan Lagi Penolakan Konser Andrea Bocelli, Sayangkan Sikap Pemerintah

3. Memperbanyak istigfar.
Istighfar atau Astaghfirullah al-‘Adzim merupakan salah satu kalimat istimewa dalam Islam. Kalimat ini memiliki keutamaan serta manfaat bagi yang terus melafalkannya.

Kalimat istighfar berdasarkan Hadist Riwayat Muslim Nomor 591 adalah “Astagfirullah… Astagfirullah” yang artinya “Aku memohon ampun kepada Allah. Aku memohon ampun kepada Allah.”
Keutamaan istighfar kepada Allah SWT adalah dapat menggugurkan dosa dosa kita. Rasulullah juga melakukan yang sama sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam Hadist Riwayat Bukhari yang artinya:
“Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.”

Keutamaan lain istighfar adalah Allah akan mempermudah semua persoalan hidup kita.
Dalam Hadist Riwayat Ahmad dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:
“Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

4. Memperbanyak doa.
Memperbanyak berdoa, termasuk ibadah.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Doa adalah ibadah.”
(HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah dan Ahmad). Bahkan kalau kita meninggalkan doa termasuk orang yang menyombongkan diri dari menyembah Allah, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS. Ghafir: 60)

Baca juga  Menteri Pertanian Ungkap 13 Tersangka Beras Fortifikasi, Libatkan 15 Merek

Selain itu, doa juga merupakan senjata yang kuat yang digunakan seorang muslim dalam mencari kebaikan dan menolak bahaya dan keburukan.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya doa itu bermanfaat baik terhadap apa yang telah terjadi maupun yang belum terjadi, maka hendaklah kalian berdoa.”
(HR. At-Tirmidzi )

5. Membaca Dzikir Saat Lailatul Qadar
Pada saat kita menemui malam Lailatul qodar, Rasulullah memberikan tuntunan untuk berdzikir.
Sebagaimana seperti hadist yang di jelaskan oleh isteri Nabi SAW yakni Aisyah radhiallahu’anha yang mengatakan kepada Nabi SAW:
”Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab,”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).”
Dengan demikian, pada saat 10 malam terakhir bulan Ramadhan kita disunnahkan untuk banyak membaca: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’

Itulah beberapa amal ibadah yang bisa dilakukan pada saat kita mendapatkan 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, terutama pada saat kita mendapatkan malam seribu bulan….
Semoga bermanfaat.(01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *