Press "Enter" to skip to content

Darurat Corona Berakhir, Aceh Mulai Buka Pesantren

Pemerintah Aceh melaporkan darurat Corona di wilayah tersebut berakhir. Dengan berakhirnya masa darurat Corona ini, Aceh pun membuka kembali pondok pesantren untuk beraktivitas dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

SURAT GUBERNUR

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2020) mengaku, kebijakan pembukaan kembali pesantren di Aceh tertuang dalam surat Gubernur Aceh nomor 440/7713 perihal kerja sama Puskesmas dan dayah (pendidikan pesantren).

“Kebijakan itu diambil dalam rangka merespons perkembangan situasi dan kondisi terakhir terkait pandemi Covid-19 di Aceh,” kata dia.
 
Dijelaskannya bahwa sesuai instruksi Gubernur Aceh Nomor 04/INSTR/2020 tanggal 27 Maret 2020, larangan melakukan semua kegiatan pendidikan yang bersifat mengumpulkan massa berakhir pada 30 Mei 2020.

Baca juga  Di Tengah Wabah, Wapres Imbau Umat Islam Segera Bayar Zakat

Setelah itu, para pemimpin pesantren di seluruh Aceh diwajibkan berkoordinasi dengan kepala daerah melalui Dinas Dayah di kabupaten kota dan Gugus Tugas Covid-19.

Koordinasi itu diperlukan untuk membahas prosedur, mekanisme, dan standar operasional pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 yang harus diberlakukan di lingkungan dayah.
 
Untuk dayah salafiah, kebijakannya diserahkan pada pimpinan dayah setelah terlebih dulu berkoordinasi dengan dinas dayah dan Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten/kota masing-masing.

Untuk dayah terpadu dan dayah tahfidz-yang menggunakan kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama-menyesuaikan dengan kebijakan dari kedua instansi tersebut.

DICEK SUHU TUBUH

Secara umum, seluruh santri, tenaga pendidik dan kependidikan, tamu, serta pihak lain harus dicek suhu tubuhnya sebelum memasuki lingkungan dayah. Jika suhu tubuh di atas 38 derajat, tidak akan diperkenankan masuk.
 
“Direkomendasikan memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan milik pemerintah,” tandas Usamah.01/ Bagus.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *