Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di di SMPN 2 Sumenep. Sebabnya, seorang guru SMPN 2 Sumenep meninggal akibat infeksi virus corona (Covid-19).
TUTUP SEBULAN
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Carto membenarkan guru meninggal akibat corona, jadi alasan pemerintah untuk kembali menutup sekolah tersebut.
“Iya kita hentikan dulu jangan sampai ada pembelajaran tatap muka. KBM tatap muka di sekolah yang bersangkutan tidak boleh dilangsungkan, paling lama sebulan,” kata Carto Kamis (3/9/2020).
Sementara bagi sekolah lain tetap boleh menggelar KBM tatap muka. Hanya, tidak semua kelas boleh mengikuti kegiatan KBM tatap muka. Izin itu hanya untuk tingkat SMP dan SD hanya kelas 4 sampai 6 yang boleh melaksanakan KBM tatap muka.
“Dengan syarat tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sekolah di daratan atau di kepulauan tetap diperlukan sama,” ujar Carto.
BELAJAR JARAK JAUH
Atas kejadian ini Bupati Sumenep, Busyro Karim telah menginstruksikan KBM di SMP Negeri 2 Sumenep harus ditutup untuk sementara waktu.
“Kegiatan belajar kembali pada pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kita khawatir itu menyebar ke mana-mana,” kata Bupati Busyro.
Busyro mengaku tak ingin mengambil risiko dengan menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut. Sebab, siswa dan guru menurutnya harus benar-benar sehat dan tak boleh sampai ada yang terpapar Covid-19.
“Kita semua kan ingin sehat. Jadi guru harus sehat, siswa harus sehat, pengelola di sekolah termasuk orang tua siswa juga harus sehat. Karena siswa yang masuk harus ada izin orang tua,” tandasnya. Bagus






