Jawa timur sampai saat ini masih menjadi penyumbang terbesar Corona baru bersama DKI Jakarta, Jabar dna Jateng. Bahkan selama pandemi COVID-19, banyak (Aparatur Sipil Negara) ASN dan tenaga kesehatan (nakes) yang merawat pasien COVID-19 juga meninggal dunia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, ada 65 ASN Pemprov Jatim yang meninggal terpapar COVID-19 selama pandemi. Angka tertinggi di Bulan Oktober hingga Desember.
“Maret sampai September ASN Pemprov yang meninggal ada 2 orang. Oktober-November-Desember yang meninggal 63. Jadi total kita berduka sekali ada 65 ASN Pemprov yang meninggal dunia karena COVID,” kata Khofifah di Surabaya, Jumat (1/1).
Nakes di Jatim yang gugur terpapar COVID-19 pun jumlahnya tak sedikit. “Ada 61 orang nakes meninggal karena COVID-19 di Jatim,” imbuhnya.
Menurutnya, ini merupakan suatu fenomena yang perlu diperhatikan. Di mana tingkat kewaspadaan menjadi sangat penting bagi masyarakat, ASN dan nakes. (01)











