by

Kanwil Kemenag Jatim Siap Mengantisipasi Klaster Hajatan

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak melakukan kunjungan ke Kantor Wilayah Kemenag Jatim, untuk membahas antisipasi klaster hajatan pada Selasa (6/7) siang.

Pada pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar setengah jam itu diikuti oleh Wagub Jatim Emil, Plt Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Moh Nurul Huda yang didampingi Kabid Urusan Agama Islam H Moh Amin Mahfud serta Kasubag Informasi Humas Abdul Rofik

Dari hasil pertemuan itu, Emil mengakui bahwa hampir semua pernikahan, memohon kehadiran umat Muslim datang, seperti juga kehadiran penghulu. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari klaster hajatan, Emil mengaku sudah berkonsultasi dengan Kemenag Jatim.

“Kami tadi berkonsultasi dengan Pak Huda dan Pak Amin,” ujarnya kepada majalahnurani.com, usai pertemuan, Selasa (6/7) siang.

Baca juga  Soal Desakan Cabut Laporan Kepolisian, ini Sikap Kejari Kabupaten Mojokerto

BULAN PERNIKAHAN

Dia menjelaskan, bahwa di bawah tanggal 10 Zulqodah, bukan merupakan bulan favorit untuk pernikahan. Menurutnya, pernikahan paling banyak digelar di bulan Syawal. Tetapi Dzulhijjah, menjadi bulan yang diminati menggelar pernikahan.

“Masih jatuh pada periode tanggal 10 sampai 20/Dzulhijah.
Untuk itu beliau (Plt Kakanwil) sudah merekap. Kayak yang di Mojokerto ada 800 yang terdata. Sehingga (data) ini bisa kita informasikan ke tim pasukan gabungan,” ujarnya.

Emil melanjutkan, kesakralan pernikahan memang tidak boleh diganggu. Tetapi jika ada persepsi pernikahan selama PPKM Darurat tidak sesuai aturan, maka terpaksa dibubarkan.

“Sudah terantisipasi titiknya dimana saja. Tapi prosesnya, penghulu sudah lebih dulu diberikan pembekalan. Bahwa kalau tidak sesuai, tunda dulu (pernikahannya) sampai dibenahi,” katanya.

Baca juga  HUT Ke 66, Satlantas Polresta Mojokerto Berbagi Makanan Penghuni Rutan

“Cuma setelah penghulu pulang, kita enggak tahu. Nah disinilah titik-titik penting itu terawasi juga oleh tim yang memastikan tidak ada pelanggaran,” tambahnya lagi.

Emil memaparkan, di setiap kecamatan ada 8 penyuluh. Sehingga total seluruhnya ada 5 ribuan penyuluh dari Kemenag yang siap melaksanakan. Baik dari Surat Edaran Nomor 17 mengenai aturan terkait Idul Adha maupun pernikahan. Tujuannya supaya masyarakat bisa mengikutinya.

Untuk sementara tanggal 3 sampai 20 Juli, jelas Emil, belum ada pendaftaran pernikahan baru yang dibuka.

“Jadi yang diantisipasi adalah yang sudah terdaftar. Dicek untuk memberi gambaran di kabupaten ini kira-kira ada sekian yang harus diantisipasi,” ungkap Emil.

KIS

Sementara Nurul Huda menambahkan, untuk menyukseskan itu, maka Kanwil Kemenag Jatim akan siap mengamankan.

“Baik itu Idul Adha, atau keterkaitan hajatan. Agar tidak muncul klaster hajatan,” ucap Nurul Huda.

Baca juga  Soal Marak Penyerangan Ustad, MUI Minta Polisi Bekerja Terbuka

Moh Nurul Huda memastikan pihaknya berupaya maksimal di daerah. Dia mengakui bahwa di daerah, terdapat pasukan penyuluh di masing-masing kecamatan.

“Ketika itu bisa Kordinasi Informasi Sinkronisasi dan Integrasi (Kis) dengan lintas sektoral wilayah tersebut, baik kepolisian dan kesehatan, maka program bisa tertata. Dengan Kis ini, bisa memutus rantai penyebaran Covd-19. Mudah-mudahan ini segera terwujud,” harapnya. Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed