by

Jerit PKL di Tengah PPKM Darurat

Najah (47) tak mampu lagi menahan kesedihannya. Seakan dia menjerit ditengah pemberlakuan PPKM Darurat saat ini. Betapa tidak, sehari-hari pedagang kaki lima (PKL) ini terpaksa tak lagi membuka warung kopinya di malam hari di daerah Pasar Pucang Surabaya.

Praktis tak ada pemasukan sama sekali. Bahkan dia bingung harus mengadu kemana lagi. Sementara warung kopinya itu merupakan sumber rezekinya.

“Berat, Mas. Kita ngeyel jualan juga malah bentrok,” ujarnya, Kamis (8/7) sore.

SEMPAT KUCING-KUCINGAN

Diakuinya memang kadang sempat kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP. Ketika berjualan di malam hari, lalu ada patroli petugas, maka dengan sigap Najah menutup warungnya. Lantas jika sudah petugas pergi, kembali dia membuka warugnya.

Baca juga  Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Boleh Masuk Mal, Wali Kota Surabaya Ingatkan Tetap Jaga Prokes

“Kan kelihatan dari jauh kelap-kelip lampu mobil patroli. Jadi PKL yang ada disini langsung tutup semua. Mau gimana lagi, kalau ga buka, terus anak istri makan apa?” keluhnya.

Najah bukan satu-satunya PKL yang menjerit saat PPKM Darurat ini. Pedagang nasi bebek yang berada di lokasi tersebut juga bernasib sama. Sebut saja Khadijah. Perempuan yang sehari-hari berjualan nasi bebek di Pasar Pucang ini bercerita hampir bentrok dengan petugas Satpol PP.

Pasalnya, dia baru saja buka dasar jualannya jam 4 sore. Tapi jam 8 malam dipaksa tutup oleh petugas.
“Kalau saya dipaksa tutup, terus ga dikasih apa-apa, saya maka apa? Anak-anak saya bagaimana,” ucapnya dengan logat Madura.

Baca juga  Wakapolresta Mojokerto Pimpin Jumat Barokah dan Berikan Pesan Menyentuh

NEKAT MELAWAN

Pernah suatu ketika di awal PPKM Darurat diberlakukan, suami Khadijah yang kala itu menemani berjualan, nekat melawan petugas jika dipaksa tutup.

“Kalau ga jualan, saya ga dapat duit. Mending kita melawan saja. Wong, ditutup juga ga di beli sisa bebek jualan saya. Juga gan dikasih bantuan,” cerita Khadijah.

Di tengah pemberlakuan PPKM Darurat ini, mungkin tak hanya Najah dan Khadijah yang menjerit karena tak bisa berjualan di malam hari. Bisa dikatakan hampir semua PKL yang berjualan di malam hari bernasib sama.

Seperti diketahui pemerintah memutuskan PPKM Darurat mulai 3 hingga 20 Juli mendatang. Namun dari penuturan beberapa PKL, sampai saat ini belum ada yang menerima bantuan. Di sisi lain, PKL harus tutup di malam hari untuk mencegah penularan Covid-19. Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed