by

Agar Wabah Berubah menjadi Rahmat

Bismillah….
Menghadapi Wabah Covid-19 di negeri kita yang sudah memasuki momen yang sangat luar biasa, di mana rumah sakit sudah penuh semua, orang meninggal meningkat luar biasa hingga mencapai lebih dari 1000 orang perhari,ketakutan dan kegelisahan juga melanda hampir semua umat manusia. Akhirnya menyadarkan kepada kita semua bahwa kalau sudah takdir maka orang kayapun meninggal dunia, pejabat juga mati, bahkan dokter yang biasa bertugas merawat orang sakit juga banyak yang meninggal dunia.
Kalau sudah demikian maka harusnya semuanya kita kembalikan kepada Allah.
Kalau semua dikembalikan kepada Allah, bisa jadi wabah yang menimpa negara kita ini berubah menjadi Rahmat bagi kita semua. Dalam sebuah hadis, rasulullah berpesan kepada umatnya, bagaimana menyikapi wabah yang sedang melanda di suatu negara atau wilayah. Kalau kita menyikapinya dengan benar, maka wabah itu akan menjadi Rahmat bagi kita.
Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ ؟ فَأَخْبَرَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ

Artinya: “Dari Aisyah ra, ia berkata, ‘saya bertanya kepada Rasulullah SAW perihal tha’un, lalu Rasulullah SAW memberitahukanku, ‘Zaman dulu tha’un adalah azab yang dikirimkan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Tiada seseorang yang sedang tertimpa tha’un, kemudian menahan diri di rumahnya dengan bersabar serta mengharapkan ridha ilahi seraya menyadari bahwa tha’un tidak akan mengenainya selain karena telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid,” (HR. Bukhari, Nasa’i dan Ahmad).

Baca juga  Ketika Azab Terbungkus Nikmat

AZAB DAN RAHMAT
Secara umum hadis ini menjelaskan upaya-upaya lahir dan batin ketika muncul wabah penyakit seperti Covid 19 yang telah mewabah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Kalimat “Dahulu, tha’un adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman”, menunjukkan bahwa wabah penyakit merupakan bentuk peringatan atau ujian dari Allah SWT.
Namun, bagi orang beriman, wabah penyakit ini dapat menjadi rahmat atau kasih sayang Allah kepada hambaNya.
Wabah akan menjadi Rahmat selama seseorang yang ditimpa wabah itu memenuhi beberapa syarat seperti disebutkan dalam hadis di atas.
Pertama dalam hadis di atas, rasulullah menganjurkan untuk tidak keluar rumah dengan
kalimat “kemudian ia menahan diri di rumah”. Ini merupakan sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika merebak wabah penyakit.
Kalimat “menahan diri di rumah” dimaknai sebagai larangan mendatangi wilayah yang terdampak wabah atau keluar dari wilayahnya yang wabah.
Syarat kedua adalah Sabar dengan kalimat
kalimat dalam hadis di atas “dengan sabar serta mengharapkan ridha-Nya”. Sabar saat wabah ini merupakan sunnah atau tuntunan Nabi Muhammad SAW agar kita sabar saat menahan diri di rumah. Sabar dalam arti menahan diri untuk tidak keluar dari wilayah yang terkena wabah sampai berakhir wabah semata-mata mengharap ridha Allah, serta menyakini bahwa wabah tersebut adalah suratan takdir Allah SWT tanpa mengeluh dan putus asa. Oleh karena itu, kita perlu menguatkan niat saat wabah Covid-19 ini, seraya berbaik sangka kepada Allah, tidak meninggalkan ikhtiar lahir maupun batin, dan kemudian bersabar serta bertawakkal kepada-Nya.
Sabar tidaklah dimaknai kepasrahan secara total, namun sabar harus dibarengi dengan usaha lahiriyah dan batiniyah secara maksimal untuk mencegah penyebaran dan dampak buruk virus.
Syarat ketiga adalah semakin Meningkatkan Ibadah, di mana dalam hadis diatas disebutkan dalam kalimat “serta mengharapkan ridha-Nya”.
Selama masa karantina di rumah, hendaklah kita meningkatkan kualitas ibadah dan selalu berdoa memohon kepada Allah SWT agar pandemi segera lenyap dari Indonesia. Memperbanyak ibadah berjamaah bersama keluarga seperti tilawah al Qur’an, shalat Dhuha, Shalat tahajud, berzikir, berpuasa, dan aktivitas ibadah lainnya. Sekali lagi, beribadah di rumah tidak diniatkan meninggalkan masjid/mushalla namun diniatkan dalam rangka menjalankan sunnah saat wabah.
Hadis ini ditutup dengan kalimat “niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid” yaitu bagi siapapun yang berjuang menghadapi wabah dengan tetap di rumah dengan penuh kesabaran, ketawakkalan, dan menjalankan ibadah dengan baik niscaya meraih pahala seperti pahala orang yang wafat berjuang membela agama Allah SWT.

Baca juga  Puluhan Orang Demo Kejaksaan Kabupaten Mojokerto Tuntut Pencabutan Laporan

SABAR DAN SYUKUR
Terlepas dari apapun yang menimpa seorang mukmin, maka hanya kebaikan yang dia dapat. Selama dia mukmin sejati maka sesungguhnya apapun yang dialaminya pasti mengundang kebaikan. Sebagaimana sabda Rasulullah:
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya”.(HR Muslim)
Setiap manusia yang hidup di dunia, selalu mendapatkan kebaikan atau keburukan, ujian atau musibah, kesenangan atau kesusahan, semua itu akan mengundang kebaikan bagi seorang mukmin kalau mereka mau bersyukur ketika mendapat nikmat dan bersabar ketika dalam ujian. Semoga kita termasuk mukmin sejati yang senantiasa mendapat kebaikan dan Rahmat dari Allah SWT atas semua yang menimpa kita .
Semoga bermanfaat…

Baca juga  Forkopimda Jatim Cek Vaksinasi Tuna wisma Dalam Peringatan HUT Lalu lintas Bhayangkara ke 66

Kamis 15 Juli 2021
Nur Cahya Hadi, Direktur Majalahnurani.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed