by

Surabaya Level 2, Warga Dihimbau Tak Euforia dan Tetap Disiplin Prokes

Situasi pandemi Covid-19 di Kota Surabaya, telah turun dari level 3 ke level 2. Penurunan ini, berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per tanggal 4 September 2021. Hal ini menunjukkan, semakin kecilnya tingkat penularan yang berarti keberhasilan, dalam pengendalian pandemi Covid-19, di Surabaya.

Meski Surabaya telah berstatus level 2, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi kembali mengingatkan masyarakat, agar tidak lengah. Sebab, bukan tidak mungkin, jika masyarakat abai terhadap protokol kesehatan (prokes), kemudian Covid-19 kembali meningkat.

“Sekali kita lengah, kita kembali lagi ke level 3 atau 4. Kita kembali lagi ke zona merah, maka hari itulah, kita akan selesai, ekonomi akan berhenti, pendidikan juga berhenti,” kata Wali Kota Eri di sela meninjau simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Airlangga I Surabaya, Senin (6/9).

Baca juga  Polres Mojokerto Bagikan Seragam Sekolah Gratis untuk 280 Pelajar Korban Covid-19, Dua Jadi Anak Asuh

Menurutnya, yang dapat mempertahankan, atau menurunkan situasi Covid-19 di Surabaya, adalah masyarakatnya sendiri. Termasuk pula untuk bisa mencapai zona hijau, dan level 0. Tentunya, untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan gotong-royong, seluruh elemen yang ada.

“Karena yang bisa menjadikan kota ini hijau kembali itu, bukan lagi pemerintahannya, bukan wali kotanya, tapi kebersamaan, dan gotong-royong masyarakatnya,” ujarnya.

Wali Kota Eri meyakini, apabila warga mampu mempertahankan level 2, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat Surabaya, mencapai level 1 atau bahkan 0. Nah, cara satu-satunya yang dapat dilakukan, yakni dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, di semua aspek kehidupan bermasyarakat.

“Kalau masyarakat bisa mempertahankan seperti ini, bahkan lebih baik, Insyaa Allah Surabaya akan cepat menjadi zona hijau. Karena dari oranye, menjadi kuning pun terus level 2 juga bisa, karena hebatnya warga,” jelasnya.

Baca juga  Milad ke 33, Ponpes Salafiyah Fatchul Ulum Pacet Gelar Berbagai Lomba dan Pengajian

Karena itu, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini, tak ingin masyarakat kemudian euforia karena situasi Covid-19 berada di level 2. Sebab, euforia yang berlebihan, justru dapat berdampak pada meningkatnya kasus Covid-19.

“Saya matur nuwun (terima kasih) sama warga Surabaya, yang terus berjibaku, bahu membahu, bergotong royong. Tapi, pesan saya jangan kita lengah, jangan kita euforia, karena tujuan kita masih jauh terbentang di depan,” jelasnya.

Oleh sebabnya, Wali Kota Eri kembali mengajak masyarakat, untuk berjuang bersama dalam menekan penyebaran Covid-19. Ia tidak ingin kasus Covid-19 di Surabaya, kembali meningkat yang kemudian berimbas pada roda perekonomian, maupun dunia pendidikan.

Baca juga  Jatim Kembali Tertinggi Kasus Corona Baru

“Kalau ingin semua tidak berhenti, maka saya minta tolong pada warga Surabaya, harus tetap berdamai dengan Covid-19. Caranya, yakni dengan menjaga protokol kesehatan, 5M yang selalu disampaikan harus tetap dijaga. Jangan pernah kendor, dan selalu semangat untuk saling mengingatkan satu sama lain,” pungkasnya. (yunus)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed