Bismilah….
Saudaraku, Islam
merupakan agama rahmatan lil’alamin. Artinya, semua ajaran Islam memiliki kebaikan untuk semua hal yang ada di dunia. Semua yang berkaitan dengan kehidupan, diatur dalam Islam.
Di dalamnya mengatur tentang hak-hak manusia, bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain, bahkan juga mengatur tentang hak-hak binatang dan tumbuhan. Maka dari itu, kita sebagai seorang muslimin harus menjadi orang yang dapat menyebarkan kebaikan dan jangan berhenti berbuat baik.
AHLI BERBUAT BAIK
Sebagai mukmin, tentunya sudah seharusnya kita selalu berupaya berbuat baik dan membuahkan kebaikan untuk orang lain.
Rasulullah bersabda : “Perumpamaan seorang mukmin itu seperti pohon kurma, apapun yang engkau ambil darinya pasti bermanfaat bagimu.” (HR: Thobrani). Seorang muslim itu memiliki kontribusi yang besar untuk sesama. Apa yang diperbuat oleh seorang muslim itu adalah sebuah kebaikan bagi orang lain dan tidak menjadi mudharat bagi orang lain. Keberadaan kita sebagai seorang muslim harus bisa menjadi manfaat bagi orang lain.
Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah bersabda : “Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan sedangkan keburukannya terjaga” (HR. Tirmidzi). Dapat kita pahami bahwa seorang muslim yang baik itu tidak menyebarkan keburukan, tetapi menyebarkan kebaikan sehingga orang lain mengharapkan kebaikannya.
Pendek kata, seorang muslim harus selalu berbuat baik dan kebaikannya ditunggu serta bermanfaat bagi orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”. (HR. Ahmad). Itulah eksistensi kita sebagai seorang muslim, harus bisa bermanfaat bagi orang lain dan juga menghindari perilaku buruk yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
HARUS IKHLAS
Berbuat baik manfaatnya untuk diri kita sendiri, karena itu berbuat baik harus ikhlas karena Allah. Sebagaimana firman Allah:
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.. (QS. Al-Isra’: 7)
Berbuat baik harus ikhlas dan jangan karena mengharapkan pujian atau balasan kebaikan dari orang lain. Kalau berbuat baik karena ingin mengharapkan kebaikan dan pujian dari orang lain itu, maka kita akan kecewa. Sebagaimana sebuah kisah seorang santri yang membawa hasil kebun terbaik berupa pisang yang sangat manis, buah besar, ranum dan matang di pohon kepada seorang guru ngajinya. Selain mengucapkan terima masih, gurunya ngajinya itu memberi apresiasi kebaikan santrinya dengan memberinya seekor ayam. Senanglah hati sang santri, sehingga bercerita kepada sesama santri lain. Lalu ada seorang santri lain yang berfikir,” kalau temanku membawa pisang dikasih ayam sama guruku, tentu kalau aku membawa ayam akan dikasih kambing,”ujarnya dalam hati.
Akhirnya pergilah sang santri kepada gurunya dengan membawa seekor ayam jago yang besar dengan berharap mendapat seekor kambing dari gurunya.
Setelah ayam jagonya diserahkan kepada gurunya, maka berkatalah sang guru kepada santrinya. “Alangkah mulia apa yang kamu lakukan muridku. Terima kasih atas pemberianmu. Sebagai balasan, ini ada pisang yang matang di pohon, kamu bawa pulang dan makanlah bersama keluargamu.”
Ternyata prediksi santri yang bersedekah ayam jago ini meleset. Dia tidak mendapatkan kambing seperti yang dia harapkan tetapi justru mendapat pisang dari gurunya. Tentu dia sangat kecewa dengan hasil kebaikan yang dia lakukan. Itulah keikhlasan. Kalau yang kita lakukan ikhlas karena Allah, maka kita akan bahagia. Namun kalau kita berbuat baik karena berharap kebaikan dari orang lain maka justru kekecewaan yang akan kita dapatkan.
PAHALA TERBAIK
Saudaraku, seseorang yang berbuat baik di dunia dan beriman kepada Allah serta mengerjakan amal shalih, maka Allah memberi kabar gembira, bahwasanya perbuatan baik mereka akan menjadi jaminan yang berguna di akhirat kelak.
Kabar gembira ini merupakan salah satu motivasi seorang muslim dari Allah, bahwa semua perbuatan baik tidak sia-sia disisi Allah dan kelak akan membuahkan hasil yang menyenangkan. Allah Subhanahu wa ta
ala berfirman : “Bagi orang – orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.”. (Qs. Yunus : 26). Saudaraku, jangan pernah kita berhenti atau lelah dalam berbuat baik, karena Allah Subhanahu wa taala tidak akan menyia-nyiakan semua kebaikan kita.Semoga bermanfaat…
Surabaya, Senin 1 November 2021
nchnurani@gmail.com






