Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (Amphuri) DPD Jatim mengadakan audiensi dengan Kakanwil Kemenag Jatim pada Jumat (21/1/2022).
Audiensi tersebut salah satunya yakni untuk mengusulkan dan meminta support pemerintah di daerah agar membuka gate untuk keberangkatan jamaah umrah dari Juanda Surabaya langsung ke Tanah Suci.
Selain itu, dengan adanya keberangkatan jamaah umrah dari Surabaya, maka karantina pun juga bisa dilakukan di sekitaran Surabaya.
“Alhamdulillah kami selaku pengurus rekan Amphuri Jatim baru saja mengadakan audiensi dengan Bapak Kakanwil Kemenag Jatim beserta Kabid PHU dan Kasi PHU,” tutur HM Sufyan Arief Ketua Amphuri DPD Jatim dikonfirmasi, Ahad (23/1/2022).
Lebih dari itu, menurut Sufyan perjalanan ibadah umroh kali ini seharusnya merupakan perjalanan ke luar negeri yang paling aman dari segi kesehatan.
Sebab, pihaknya di Amphuri menerapkan sesuai aturan regulasi yg ditetapkan oleh pemerintah. Bahwa H-1 keberangkatan jamaah wajib karantina di asrama haji pondok gede atau di hotel yang sudah direkomendasikan oleh gugus tugas covid dan dilakukan PCR sesuai klinik atau RS yang sudah ditentukan oleh pemerintah Saudi.
“Dan setelah terbang sampai di Saudi, jamaah dikarantina selama 5 hari baru bisa beribadah dan saat pulang di Indonesia jamaah juga dikarantina selama 7 hari sesuai aturan pemerintah jadi untuk PCR saja yang dilakukan oleh jamaah minimal 4 sampai 5 kali dalam sekali perjalanan umroh. Apabila kita melihat perjalanan jamaah saat umroh pandemi seperti saat ini Insyaa Allah prokes paling utama yang dilakukan oleh jamaah,” tandasnya. Bagus






